Tak Bisa Berenang, Warga Kupang Tewas Tenggelam saat Cari Ikan

Imanuel Lodja - Minggu, 06 Maret 2022 23:40 WIB

digtara.com – Ebenhaezer Taemnanu (62), seorang petani asal Desa Oelfatu, kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang ditemukan tewas tenggelam di perairan laut Soliu, desa Soliu, kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang.

Korban diduga tenggelam karena tidak bisa berenang saat mencari ikan.

Awalnya korban sedang berjalan dipinggir pantai laut Soliu guna mencari hasil ikan.

Biasanya korban membeli ikan dan menjual lagi ikan tersebut.

Baca: Lama Menunggu Hasil Swab, Warga di Kupang Ini Memilih Bawa Pulang Jenazah Bayi dari RS

Saat itu korban melihat Samuel Taemnanu (33), warga Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut sedang memancing ikan di pantai tersebut.

Korban mendekati Samuel dan mengaku kalau korban melihat seekor ikan sedang terapung di laut sekitar 100 meter dari pinggir pantai.

Baca: Penetapan Tersangka Pembunuhan Digugat, Hakim Benarkan Proses Yang Dilakukan Polres Kupang

Karena korban tidak bisa berenang maka korban meminta bantuan Samuel untuk berenang mengambil ikan.

Namun Samuel menolak karena takut ada buaya.

Korban kemudian beranjak berjalan menuju ke tempat ikan tersebut.

Satu jam kemudia, Samuel kaget melihat dan menemukan korban sudah terapung di laut dengan jarak sekitar 30 meter dengan Samuel.

Samuel berteriak minta tolong ke Yohanis Lakusaba (34) untuk menolong korban yang sudah terapung di laut.

Samuel langsung masuk ke dalam laut dan menolong korban.

Baca: Berkas Perkara Pembunuhan ‘Dukun Santet’ di Kupang P19, Jaksa Minta Polisi Tambahkan 2 Pasal

Korban dievakuasi ke pantai Soliu, namun korban tidak bisa tertolong lagi dan sudah meninggal dunia karena korban tidak bisa berenang dan tenggelam.

Warga melaporkan kejadian tersebut kepada pos polisi Amfoang Barat Laut dan Polsek Amfoang Utara.

Keluarga korban bersama masyarakat pun datang membawa dan mengevakuasi korban ke rumah duka dan dilakukan pemeriksaan luar oleh tenaga medis Puskesmas Soliu.

“Tidak ada tanda kekerasan pasa tubuh korban. Korban murni meninggal karena tenggelam,” ujar Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto, SIK MH saat dikonfirmasi Senin (7/3/2022).

Anggota polisi dari Pos Pol Amfoang Barat Laut, Polsek Amfoang Utara, Polres Kupang mendatangi lokasi penemuan mayat akibat tenggelam di perairan laut desa Soliu Amfoang Barat Laut.

Dari hasil pemeriksaan tenaga medis Puskesmas Soliu yang didampingi anggota polisi dari Pos Polisi Soliu, tidak ditemukan atau tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada korban.

Namun terdapat busa pada mulut korban yang diduga meninggal dunia akibat tenggelam dan banyak meminum air laut sehingga membuat korban tidak bisa bernapas dan meninggal dunia.

Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan mengiklaskan kematian korban.

“Sesuai dengan keterangan para saksi di lokasi kejadian dan hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Soliu didampingi anggota, korban meninggal karena tenggelam,” tandas Kapolres Kupang.

Rencananya, jenazah korban dimakamkan pada Senin (7/3/2022) petang.

Tak Bisa Berenang, Warga Kupang Tewas Tenggelam saat Cari Ikan

Editor
: Imanuel Lodja

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Nusantara

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Nusantara

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Nusantara

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Nusantara

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Nusantara

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo