Gubernur NTT Berang Kuota Haji NTT Diduga Diisi Jemaah Provinsi Lain

Redaksi - Jumat, 19 Agustus 2022 03:57 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/202208/gubernur-ntt-ok-de-viktor-bungtilu-laiskodat.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat minta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk melakukan pembenahan secara serius karena diduga kuota haji asal NTT dipakai oleh jemaah haji dari daerah lain.

Viktor Laiskodat mengaku, dia mendapat laporan dari salah satu ketua kloter jemaah haji asal NTT, bahwa banyak jemaah haji asal NTT tidak bisa berbahasa Indonesia, sehingga bicara pun menggunakan bahasa yang tidak dimengerti.

Juga ditemukan kiriman koper kosong dari Kupang, NTT kemudian diambil di Surabaya, Jawa Timur.

Baca: Pecahan Uang Rupiah Baru Diluncurkan, BI NTT Dapat Jatah Rp 815 Miliar

“Banyak jemaah haji di NTT yang naik pesawat dari Surabaya. Pak Kakanwil, tolong cek hal ini secara serius. Hal-hal begini harus kita bersihkan dan benahi,” tegas Viktor Laiskodat saat menerima Kakanwil Kementerian Agama NTT dan jajarannya.

Menurut Viktor, sebenarnya tidak menjadi masalah jika calon haji itu merupakan warga dari daerah lain yang sudah lama bermukim dan mencari nafkah di NTT, karena mereka turut membangun perkonomian NTT.

Baca: Penahanan 5 Tersangka Penganiaya PNS Dinsos NTT Ditangguhkan

Namun akan menjadi masalah jika calon jemaah haji tersebut dari daerah lain, kemudian menumpang dan mengambil jatah kuota haji asal NTT.

“Kuota kita sudah sangat terbatas, dan banyak masyarakat kita yang sudah kumpulkan uang bertahun-tahun untuk pergi naik haji. Tolong sampaikan hal ini kepada Menteri dan Dirjen yang urus hal ini supaya diperhatikan secara serius,” katanya.

Viktor menambahkan, penetapan kuota dan syarat-syarat calon haji memang menjadi tanggung jawab dan wewenang pemerintah pusat. Namun kementerian agama provinsi diminta harus aktif melakukan verifikasi, sehingga tidak hanya berpatokan pada pemenuhan syarat administrasi.

“Saya minta pa Kakanwil untuk berkoordinasi dengan pemerintah Kota Kupang dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil, untuk lakukan verifikasi faktual di lapangan. Cek KTP-nya dan tinggal di mana di Kota Kupang. Ini jadi dasar laporan dan bukti kita ke Menteri Agama,” ujarnya.

“Tidak perlu takut untuk lakukan pembenahan, saya dukung penuh untuk ini. Sesudah itu koordinasikan juga ke Bupati di seluruh NTT, untuk lakukan verifikasi faktual di lapangan untuk tahu apakah jemaah haji yang sudah berangkat itu benar menetap di NTT atau tidak. Ini yang terakhir supaya tahun depan kuota haji NTT betul-betul diisi oleh penduduk yang sungguh menetap di NTT,” tambah Viktor Laiskodat.

Viktor Laiskodat berjanji, dia akan membicarakan hal ini dengan Presiden Joko Widodo sehingga kuota NTT tidak diisi oleh calon haji dari provinsi lain.

“Jangan orang dari daerah lain yang ambil jatah kuota dari NTT,” tambahnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama NTT, Reginaldus Saferinus Serang menyatakan, dirinya akan berkoordinasi dengan pemerintah kota dan dinas kependudukan dan catatan sipil, untuk melakukan verifikasi faktual di lapangan terkait jemaah haji asal NTT yang sudah berangkat tahun 2022 ini.

“Kami memang hanya berpatokan pada syarat administrasi yang telah ditetapkan yakni KTP. Kami berjanji akan menindaklanjuti arahan bapak gubernur ini,” tutupnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News

Gubernur NTT Berang Kuota Haji NTT Diduga Diisi Jemaah Provinsi Lain

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

KPK Resmi Tahan Yaqut Cholil Qoumas dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023-2024

Nusantara

KPK Bongkar Dugaan Jual Beli 20.000 Kuota Haji Tambahan, Uang Diduga Mengalir ke Kemenag

Nusantara

Indonesia Dapat Kuota Haji 221 Ribu Jemaah dari Pemerintah Arab Saudi

Nusantara

Tahun Depan Kuota Haji Indonesia 221 Ribu Orang

Nusantara

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Nusantara

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS