Pengacara dan Warga Segera Laporkan Pemkab Tapsel Terkait Mobil Dinas Maut Yang Seret Sekeluarga

Amir Hamzah Harahap - Rabu, 12 Oktober 2022 02:42 WIB

digtara.com – Kasus laka mobil Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Tapsel, yang menyeret satu keluarga segera dilaporkan ke pihak penegak hukum.

Laporan itu terkait penggunaan mobil dinas yang tidak sepatutnya.

Mobil dinas BB 8134 G milik Pemkab Tapsel yang digunkan Dinas Lingkungan Hidup seharusnya digunakan dalam rangka tugas.

Baca: Kepergian Ratu Elizabeth II Membuat Ramalan Nostradamus Soal Habisnya Kerajaan Inggris kembali Disorot

Namun anehnya mabil tersebut dikendarai seorang perempuan yang diduga bukan bertugas di dinas tersebut.

Dan lebih parahnya plat nopol diganti dari merah menjadi hitam atau milik pribadi dengan nomor BK 1446 HH yang nopol milik siapa.

Pengacara, Dipo Alam Siregar, SH sebagai kuasa hukum dari korban menyebutkan akan melaporkan kasus tersebut tentang penyalahgunaan kenderaan dinas dan pemalsuan identitas kenderaan.

“Kendaraan dinas operasional hanya digunakan untuk kepentingan dinas yang menunjang tugas pokok dan fungsi sesuai Permenpan RB Nomor 87 Tahun 2005 dan pemalsuan plat nomor kendaraan bermotor dapat dikenai ancaman pidana penjara selama 6 hingga 7 tahun,” kata Dipo, Rabu (12/10/2022).

Selain itu sesuai UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang administrasi pemerintahan tentu harus diproses.

Menanti Keadilan

Kasus Mobil Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Tapsel, jenis Strada Triton, hingga kini, belum disidangkan.

Diketahui, mobil maut tersebut menewaskan satu orang anak saat laka maut di Jalan A.H Nasution, Padangsidimpuan, Minggu (5/8/2022) lalu, pukul 17.30 WIB.

Sementara empat lainnya dilarikan ke rumah sakit setelah terseret ke kolong mobil.

Kesemua korban adalah satu keluarga.

Kejadian tersebut merupakan hari paling kelam dalam hidup Erik (38) yang mengendarai Vario BB 4596 FU.

Dia dan istri beserta anak-anaknya diseret Doubel cabin Strada yang ternyata plat merah dengan BB 8134 G.

Kecelakaan itu membuat satu anak bungsunya tewas, sementara istri dan kedua anaknya dilarikan ke rumah sakit termasuk dirinya.

Erick Efendi kepada digtara.com menceritakan kisah pilunya tersebut dan kini menunggu keadilan.

“Itu hari kejadian seperti hari kiamat bagiku, kami sekeluarga menjadi korban dan kalau mengingat itu saya bisa menangis,” kata Erik sembari memalingkan wajah.

Dirinya melanjutkan, kini keluarganya menunggu proses keadilan atas kejadian tersebut.

“Hingga kini kasusnya masih dikepolisian dan belum disidangkan. Hanya itu keadilan yang kami tunggu atas pelaku dihukum sesuai peraturan. Kalau seandainya bisa memilih maka nyawa dibayar nyawa saja,” kata Erik Efendi yang berprofesi sebagai pekerja swasta ini dengan suara terbata-bata.

Sedangkan nama-nama korban yakni Erick Efendi Matondang (38), Rafiah Harahap (ibu), MF(8), NA (5), KZ (1,5) yang tewas usai diseret.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News

Pengacara dan Warga Segera Laporkan Pemkab Tapsel Terkait Mobil Dinas Maut Yang Seret Sekeluarga

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Nusantara

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Nusantara

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Nusantara

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Nusantara

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Nusantara

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo