Pulang dari Kebun, Pasutri di Kupang Hilang Terseret Arus Banjir

Imanuel Lodja - Selasa, 15 November 2022 07:20 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/202211/tenggelam-ilustrasi-kaskus.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com – Pasangan suami istri (Pasutri) di Kabupaten Kupang, NTT hilang terseret arus banjir sejak Senin (14/11/2022) petang.

Keduanya terseret arus banjir di Sungai Sumlili, Desa Kalali, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang.

“Dua orang korban yang terseret arus banjir merupakan pasangan suami istri yang baru pulang dari kebun nya dan menyeberangi sungai Sumlili sehingga terseret banjir,” ujar Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto, SIK MH saat dikonfirmasi Selasa (15/11/2022).

Baca: Diduga Selewengkan Uang Poktan Ratusan Juta, Pegawai UPT KPH Kabupaten Kupang jadi Tersangka

Pasangan suami istri yang terseret arus banjir yakni Atrohanis Malafu (43) dan istrinya Teresia Teti – Malafu (42), Dusun II, Desa Kalali, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang.

Korban Teresia Teti-Malafu telah ditemukan meninggal dunia dan telah diantar ke rumahnya.

Sementara Atrohanis Malafu belum ditemukan sampai dengan saat ini.

Kejadian ini berawal dari kedua korban baru pulang dari kebun yang berlokasi di Noitoko, RT 007/RW 004, Dusun II, Desa Kalali, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang.

Sesampai di Sungai Sumlili, korban Atrohanis Malafu langsung menyeberangi sungai dengan cara berjalan perlahan.

Sampai di tengah sungai, ia sempat mengukur kedalaman sungai yang setinggi pinggang.

Korban Atrohanis Malafu kemudian kembali dan mengajak istrinya dan para kerabat yang lain untuk menyeberangi sungai tersebut.

Akan tetapi para kerabat yang lain seperti Jublina Malafu (35), Yongki Raja Pono (21) dan Imanuel Kama (34) takut sehingga tidak mau ikut menyeberangi sungai.

Sedangkan korban bersama istrinya menyeberangi sungai tersebut.

Sesampainya di pinggir sungai, korban Teresia Teti-Malafu terjatuh dan terseret arus banjir sehingga suaminya hendak menolong dan ikut terseret arus.

Sekitar pukul 18.00 wita, korban Teresia Teti-Malafu ditemukan warga di Oelanis, Desa Poto, Kecamatan Fatuleu Barat dalam keadaan meninggal dunia.

Sedangkan suaminya belum juga ditemukan.

Terpisah, Kapolsek Fatuleu, Ipda Muslikhan Sara, MM yang dikonfirmasi Selasa (15/11/2022) mengakui kalau jalan menuju Desa Barate belum bisa dijangkau karena terdapat sungai di Desa Pariti (dekat puskesmas Pariti) meluap sehingga menyebabkan akses jalan terputus.

“Keadaan cuaca yang masih hujan serta keadaan gelap di Desa Kalali sehingga proses pencarian terkendala,” ujar mantan Kaur Bin Ops Satlantas Polres Kupang ini.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News

Pulang dari Kebun, Pasutri di Kupang Hilang Terseret Arus Banjir

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Visa Habis Masa Berlaku Jadi Alasan WNA Uganda Dibawa ke Imigrasi Kelas II Kupang

Nusantara

Dua Pekan Lebih Diamankan di Rote Ndao, WNA Uganda Dibawa ke Imigrasi Kupang

Nusantara

Jual Beli Sapi di Kupang Timur Berujung ke Proses Hukum

Nusantara

Gaji ASN di Kabupaten Kupang Terlambat Dibayar Karena Perampingan OPD

Nusantara

Terparkir Berhari-hari, Sepeda Motor Tanpa Pemilik Diamankan Polisi

Nusantara

Jual Bahan Pangan Diatas HET, Pedagang di Kota Kupang Bakal Ditindak Tegas