Jelang Natal, Minyak Tanah Langka di Kota Kupang

Imanuel Lodja - Kamis, 24 November 2022 00:21 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/202211/tni-gagalkan-penyelundupan-500-liter-minyak-tanah-ke-timor-leste.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com – Bahan bakar minyak jenis minyak tanah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mulai langka.

Banyak warga mengeluh karena tidak kebagian jatah saat mengantri di pangkalan.

Salah satunya adalah, Yanti Mada. Warga Kelurahan Nefonaek, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ini sudah satu pekan lebih susah mendapatkan minyak tanah.

Bahkan telah mencari hingga beberapa pangkalan di kelurahan lain, namun hasilnya tetap nihil.

Baca: Siswa-siswi di Kupang Diajak Jadi Agen Perubahan dan Duta Kamtibmas

Menurut Yanti Mada, sejak pagi sudah mengantri di pangkalan depan sebuah ruko di Oebobo, dan baru mendapatkannya pada malam hari di pasar Oebobo, dengan harga Rp 10.000 per botol yang diisi dalam botol air mineral berukuran besar.

“Beta (saya) sempat dapat cerita dari kawan, dia dapat minyak tanah dari agen entah dimana dia sonde (tidak) mau sebut bilang ambil di gudang dapat sampai 10 jeriken, ini artinya dong (mereka) sembunyi,” ucapnya, Kamis (24/11/2022).

Masih menurut Yanti Mada, dia mencoba mencari lagi di beberapa pangkalan yang ada di Kota Kupang, namun lagi-lagi pulang tangan kosong.

Dia berharap kuota minyak tanah di Kota Kupang kembali normal, karena sebagian besar warga sangat membutuhkan apalagi jelang perayaan natal dan tahun baru.

“Semoga kembali normal seperti biasa, andaikan harga mau dinaikkan tolong pihak yang menyalurkan minyak ini menginformasikan dengan jelas, jangan ada timbun minyak karena kami masyarakat semua butuh. Kami masyarakat ekonomi menengah belum semua bisa pakai gas,” tutup Yanti Mada.

Pemilik pangkalan minyak tanah di Kelurahan Oesapa Andry Abbas mengatakan, kelangkaan ini bisa terjadi karena kebijakan pemerintah, maupun dari pihak Pertamina.

Karena beberapa bulan lalu setiap pangkalan mendapatkan lima drum, namun sekarang dikurangi menjadi empat drum.

“Jadi kita pemilik pangkalan hanya ikut-ikut aturan saja. Hari ini kita bagi empat drum habis semua tapi banyak warga yang tidak dapat jatah,” tutupnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News

Jelang Natal, Minyak Tanah Langka di Kota Kupang

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Polres Alor Ibadah Natal Bersama Tahanan

Nusantara

Angkutan Nataru 2025/2026 KAI Divre I Sumut Tembus 183 Ribu Penumpang, Naik 11 Persen

Nusantara

10 Warga Di NTT Meninggal Selama Pelaksanaan Operasi Lilin Turangga 2025

Nusantara

Di Perayaan Natal Pemuda GMIT Imanuel Mola, Kapolres Alor Ajak Pemuda Jadi Agen Terang dan Damai

Nusantara

Hari Raya di Kupang Aman dan Kondusif, Kapolres Beri Apresiasi dan Terima Kasih Kepada Anggota

Nusantara

Tidak Dipinjami Baju dan Kain, Pria di TTS-NTT Bunuh Mertuanya