digtara.com – YYFA (24), warga Jalan Taebenu, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT ditemukan tewas dengan posisi gantung diri, Jumat (25/11/2022).
Korban ditemukan tewas gantung diri dalam kamar di rumahnya menggunakan tali nilon.
Korban pertama kali ditemukan oleh adiknya SFA (12) yang mengintip kamar korban dari lubang kunci.
Adik korban, SFA masih bertemu korban pada Kamis (24/11/2022) malam sekitar pukul 20.00 wita.
Baca: Dua Hari Hilang, Pria di Kabupaten TTU Ditemukan Tewas Gantung Diri
Saat itu SFA melihat korban mengambil tali nilon di belakang rumah.
SFA masih bertanya kepada korban siap keperluan korban mengambil tali nilon. Namun saat itu korban menjawab kalau ia mau menggunakan tali tersebut untuk gantung pakaian di dalam kamar.
Baca: Sapi Milik Warga Sulamu-Kupang Dicuri dan Dibantai di Depan Sekolah
Setengah jam kemudian atau sekitar pukul 20.30 wita, korban masih keluar rumah untuk pergi menonton bola.
Namun adik korban tidak mengetahui korban pulang jam berapa.
Pada Jumat (25/11/2022) pagi sekitar pukul 06.30 wita, sebelum pergi ke sekolah, SFA masih mendengar korban beraktivitas di dalam kamar namun pintu kamar korban dalam kondisi tertutup.
Pukul 12.00 wita, SFA diminta tolong oleh Rony L. untuk membangunkan korban karena ditelepon tidak menjawab dan kemungkinan korban masih tidur.
SFA pulang ke rumah untuk membangunkan korban.
Namun saat tiba di rumah, SFA melihat pintu kamar korban masih tertutup.
SFA lalu memanggil nama korban namun tidak dijawab.
SFA kemudian mengintip lewat lubang kecil di daun pintu kamar korban.
Ia kaget melihat korban sudah dalam keadaan tak bergerak dalam posisi tergantung.
Ia pun lari ketakutan sambil menangis memberitahu kakaknya yang lain, AMNFA (19) tentang kejadian tersebut.
Baca: Gempa Bumi Tektonik Kembali Guncang Laut Selatan Kabupaten Kupang
AMNFA langsung lari masuk ke rumah dan mendobrak pintu kamar korban.
Saat pintu kamar terbuka, mereka mendapati korban sudah meninggal dalam posisi tergantung.
Para tetangga dan keluarga lainnya yang mendapat informasi kemudian mendatangi lokasi kejadian.
Informasi dari sejumlah warga menyebutkan kalau korban diduga nekat gantung diri karena masalah asmara.
Hal ini dibuktikan dari hasil chat whatsapp korban dengan pacarnya yang saat ini berada di luar kota Kupang.
Anggota Polsek Oebobi kemudian mendatangi lokasi kejadian melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para saksi serta mengamankan barang bukti.
Pihak keluarga sendiri menolak untuk membawa korban ke rumah sakit dan menolak untuk membuat laporan ke Polsek Oebobo perihal kejadian tersebut.
Keluarga menerima kejadian tersebut dengan iklas dan menolak dilakukan otopsi.
Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga setelah keluarga menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi dan iklas menerima kematian korban.
Diduga Masalah Asmara, Pemuda di Kupang Akhiri Hidup dengan Gantung Diri