Warga Pembuat Pupuk Bokasi Ditemukan Tewas dalam Kebun Jagung

Imanuel Lodja - Selasa, 24 Januari 2023 14:32 WIB

digtara.com – Bernadus Boimau (63), warga Jalan Sesawi, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang ditemukan meninggal dalam kebun jagung, Selasa (24/1/2023).

Korban yang sehari-hari merupakan pembuat pupuk bokasi ditemukan tewas dalam kebun jagung milik Mateos Ibu di Jalan Sukun I, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa.

Korban pertama kali ditemukan oleh Ordiana Oktavianus pada Selasa pagi sekitar pukul 06 30 wita.

Sekitar pukul 05.30 wita, Ordiana Oktavianus pergi ke kebun jagung guna mengambil daun untuk makan ternak miliknya.

Baca: Jenazah Manusia Akan Dijadikan Pupuk Kompos Mulai 2027

Ia melalui jalan di sela-sela tanaman jagung.

Saat di lokasi kejadian, Ordiana Oktavianus melihat korban dalam keadaan tertidur di atas tanah dengan posisi miring ke kanan.

Ordiana Oktavianus memanggil-manggil nama korban namun tidak dijawab.

Ia pun langsung pulang ke rumahnya dan menyampaikan temuan tersebut ke suaminya, Habel Boymau yang merupakan teman kerja korban sebagai pembuat pupuk bokasi.

Habel Boimau (rekan kerja korban) menjelaskan bahwa sekitar pukul 05.40 wita ia dibangunkan lalu diberitahu oleh istrinya kalau korban berada di kebun jagung dalam keadaan tertidur diduga telah meninggal.

Habel Boimau langsung mendatangi lokasi kebun jagung dan melihat korban terbaring di atas tanah.

Habel Boimau menghubungi ketua RT 34 kelurahan Oepura bapak Orissam Sopaba dan Fery Boimau (sebagai pemilik kos dimana korban tinggal).

Fery Boimau langsung ke TKP. Ia menjelaskan bahwa korban setiap harinya bekerja bersama Habel Boimau sebagai pembuat pupuk bokasi dan pulang pada malam harinya.

“selama di kos korban tidak pernah mengeluh sakit dan tinggal seorang diri,” ujarnya.

Ketua RT 34 Kelurahan Oepura Orissam Sopaba (44) melaporkan kejadian ini ke Polsek Maulafa melaporkan penemuan mayat.

Anggota Polsek Maulafa dipimpin Kanit Reskrim Polsek Maulafa Iptu Dirk Yunus Hendrik ke TKP dan melakukan pengamanan dengan pemasangan garis polisi di TKP penemuan mayat.

Kapolsek Maulafa, Kompol Anthonius Mengga yang dikonfirmasi Selasa (24/1/2023) mengaku kalau korban meninggal secara wajar.

“Tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban,” tandas Kapolsek Maulafa.

Polisi mendatangkan petugas medis dari rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang guna melakukan visum.

Keluarga korban juga menerima kematian korban.

Polisi sudah mengamankan barang bukti dan meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait penemuan mayat ini.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News

Warga Pembuat Pupuk Bokasi Ditemukan Tewas dalam Kebun Jagung

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Nusantara

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Nusantara

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Nusantara

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Nusantara

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Nusantara

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo