Jumpa Wakapolda NTT dalam Jumat Curhat, Sopir Angkot di Kupang Curhat Berbagai Hal

Imanuel Lodja - Jumat, 10 Februari 2023 15:22 WIB

digtara.com – Polda NTT kembali menggelar Jumat Curhat, Jumat (10/2/2023).

Kali ini curhat bersama supir angkot dan masyarakat dilakukan di terminal Oebobo Kota Kupang dipimpin Wakapolda NTT Brigjen Pol Drs Heri Sulistianto.

Hadir dalam kegiatan ini Irwasda Polda NTT Kombes Pol Zulkifli, SSTMk SH MM, para pejabat utama Polda NTT, Kementerian Perhubungan Darat, Kepala UPTD Pengelola Prasarana Teknis Perhubungan wilayah I Dsub Provinsi NTT bersama staf.

Melalui kegiatan Jumat Curhat ini, masyarakat bisa secara langsung menyampaikan permasalahan, kritik, saran maupun masukan kepada pihak kepolisian khususnya Polda NTT.

Baca: Tim Psikologi Polda NTT Lakukan Pendampingan Anak Korban Penganiayaan

Wakapolda NTT menyampaikan bahwa Jumat curhat ini merupakan program dari pusat (Mabes Polri) yang dijabarkan atau ditindaklanjuti secara keseluruhan di jajaran Kepolisian mulai dari tingkat Polda Hingga ke Polsek.

“Artinya harapan didalam Jumat curhat ini adalah mendengar permasalahan-permasalahan secara langsung, ataupun mendengar keluh kesah ataupun komplin, pengaduan maupun aspirasi dari masyarakat (supir angkot). Dalam kesempatan ini kita (Polri) sangat terbuka dan akan menampung semua serta memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada masyarakat. Sekarang ini kita menjalinkemitraan dengan masyarakat. Bahkan masyarakat jadi partner kita untuk bersama-sama menjaga situasi kondusif,” ujar Wakapolda saat kegiatan itu.

Para supir angkot menyampaikan beberapa permasalah diantaranya terjadi pelemparan di tempat-tempat yang rawan pada saat malam hari dan penertiban rental-rental yang tidak mempunyai ijin serta keseragam dalam berpakaian untuk para supir Bus.

Menyikapi keluhan dan curhatan itu, Wakapolda NTT berterimakasih atas masukan masyarakat dan berharap kepada masyarakat yang mengalami kejadian apapun agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian karena Kepolisian itu tugasnya 1×24 jam.

Diharapkan kepada masyarakat agar tidak segan-segan melaporkan kejadian tersebut kepada Polisi.

“Jangan segan-segan untuk melaporkan kejadian apapun kepada pak polisi. Polisi bertugas 1×24 jam, jadi kalau ada kejadian segera melaporkan ke Pos-pos ataupun Polsek terdekat. Saya juga mengingatkan kepada jajaran agar selalu melakukan pengawasan dan patroli tertentu ke tempat-tempat rawan Kamtibmas dan jam-jam tertentu,” ungkap Wakapolda.

“Selanjutnya, menyangkut rental-rental liar atau yang tidak mempunyai ijin, kami akan tindaklanjuti yang mana nantinya dari direktorat lalulintas akan berkerja sama dengan Dishub untuk menertibkan hal tersebut,” terangnya.

Wakapolda NTT juga mengimbau kepada para supir bus untuk tidak menggantungkan kendaraan motor di belakang bus karena dapat menyebabkan kecelakaan lalulintas.

“Saya minta kepada para supir jangan menggantung motor dibelakang yang mana motor tersebut hanya diikat dengan tali. Diharapkan agar para supir menolak hal tersebut. Jika sepeda motornya rusak dan dipaksa untuk gantungan sebaiknya dicarikan mobil pick up atau kalau bisa dimasukkan ke dalam bus saja sehingga meminimalisir terjadinya kecelakaan lalulintas”, imbuhnya.

Wakapolda juga menegaskan kepada para supir agar tidak membiarkan penumpang yang naik berlebihan ataupun tidak sesuai di set. Yang mana set bus hanya mencapai 22 orang penumpang. Selanjutnya selalu memperhatikan kondisi kendaraan.

“Saya tegaskan kepada para supir agar memperhatikan para penumpang. Apalagi sampai kelebihan penumpang sehingga banyak yang bergantungan. Sekarang lagi Operasi Keselamatan dari anggota lalulintas saat operasi ditemukan over. Sebagai pengemudi juga akan diminta pertanggungjawaban jika terjadi kecelakaan. Jadi sebelum terjadi saya perlu ingatkan, hindarkan penumpang yang kelebihan.

Kemudian kepada para supir harus memperhatikan kondisi kendaraan bila perlu setiap 6 bulan harus dilihat kendaraan tersebut mulai dari kondisi kendaraan seperti rem, ban dan lainnya sebagainya. Dan saya tegaskan agar para supir tidak mengonsumsi miras”, tandasnya.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Satu Lagi SPPG 3T di Kabupaten TTU Diresmikan, Total Tujuh SPPG Polri Layani 4.033 Penerima MBG

Nusantara

Amankan Natal dan Tahun Baru, Polri Gelar Operasi Lilin Turangga 2025

Nusantara

Wakapolda NTT Minta Warga Percayakan Penanganan Kematian Lucky dan Delfi ke Penyidik

Nusantara

Aksi Massa di Depan Polda NTT Anarkis, Pintu Gerbang Roboh Dijebol Massa

Nusantara

Kapolda NTT Apresiasi Keberhasilan Tim Khusus Polda NTT Ungkap Kasus Pembunuhan di Kupang

Nusantara

Wakapolda NTT-Kedubes Australia/AFP Bahas Penguatan Kerjasama Penanganan TPPO dan People Smuggling