digtara.com – Sebanyak 33 ekor kura-kura leher ular Rote (Chelodina mccordi) dipulangkan (Repatriasi) dari Kebun Binatang di Singapura ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (8/8/2023).
Puluhan ekor satwa langka itu dijadwalkan tiba di Bandara El Tari Kupang pukul 13.00 Wita menggunakan maskapai Garuda, dengan nomor penerbangan GA448.
Kepala BBKSDA NTT, Arief Mahmud mengatakan, repatriasi ini dilakukan berkat kerja sama BBKSDA NTT dan Wildlife Conservation Society dari Brongzu Amerika Serikat melalui Singapura dan akan tiba di Kupang.
“Ini tahap kedua, tahap pertama telah dilakukan tahun 2021 lalu sebanyak 12 ekor. Tidak saja dikirim dari Amerika Serikat tapi dari Austria. Ini kabar gembira karena bertepatan dengan momen HUT RI Ke 78,” ujarnya.
Menurut Arief Mahmud, selain Wildlife Conservation Society, repatriasi ini terlaksana juga karena dukungan Pemerintah Provinsi NTT, Pemkab Rote Ndao bersama masyarakatnya, Maskapai Garuda, serta TNI Angkatan Udara dan Instalasi Karantina Hewan BBKSDA NTT.
“Dengan ditetapkannya Pulau Rote menjadi kawasan ekosistem esensial, ini menjadi wujud dukungan luar biasa Pemerintah Provinsi NTT untuk melindungi kura-kura Rote leher ular ini,” ungkapnya.
Arief Mahmud menjelaskan, kura-kura Rote leher ular ada di beberapa negara di dunia, dimungkinkan karena sebelumnya ada izin perdagangan satwa liar. Awalnya kura-kura Rote leher ular dianggap satu spesies dengan kura-kura di Papua.
“Namun tahun 1994 kura-kura Rote leher ular ditetapkan sebagai satu spesies tersendiri yang berbeda jauh dari jenis kura-kura di Papua. Hal ini dilakukan karena perdangangan kura-kura Rote leher ular semakin intensif dan bebas diperjual belikan,” ungkapnya.