digtara.com – Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi pilihan tempat pelaksanaan Asian Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC) ke-17 tahun 2023.
Belakangan ini, Labuan Bajo sering menjadi lokasi pertemuan tingkat nasional dan internasional.
Acara serupa biasanya diselenggarakan di kota-kota besar.
Kali ini, Labuan Bajo dipilih sebagai tuan rumah dan delegasi sangat antusias menghadapi acara tersebut.
Baca: Polri Siagakan 181 Kendaraan Amankan The 17th AMMTC Tahun 2023 di Labuan Bajo
Mengapa Labuan Bajo dipilih, dan mengapa reaksi delegasi sangat positif terhadap keputusan tersebut?
Kadivhubinter Polri, Irjen Pol Krishna Murti, SIK MSi menjelaskan alasannya di Ballroom Hotel Merourah Labuan Bajo, NTT, Senin (21/8/2023).
Menurutnya, Labuan Bajo dipilih untuk menjauhkan acara dari hiruk pikuk kota besar.
Keputusan ini juga memiliki tujuan untuk memperkenalkan budaya kerja sama dengan pemerintah daerah NTT kepada para delegasi.
Acara juga dimeriahkan dengan parade budaya yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri.
“Kami ingin menghindari kebisingan kota dan memadukan acara dengan budaya lokal yang memperlihatkan semangat kerja sama dengan pemerintah daerah NTT. Kami menghadirkan parade budaya yang memberikan pengalaman yang unik kepada para peserta,” kata Kadivhubinter Polri.
Terfokus pada agenda acara AMMTC ke-17, Kadivhubinter Polri menjelaskan bahwa agenda SOMTC (Senior Officials Meeting on Transnational Crime) membahas instrumen yang telah pernah dibahas sebelumnya, khususnya saat pertemuan di Yogyakarta.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyatukan pemahaman dan merumuskan agenda yang akan dibahas dalam AMMTC.
Salah satu agenda penting yang dibahas adalah isu terorisme, perdagangan manusia, dan “Labuan Bajo Declaration.”
Dalam agenda tersebut, para delegasi membahas solusi dan strategi bersama untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut dalam kerangka kerjasama lintas negara.
Kadivhubinter Polri juga mengungkapkan dalam AMMTC ke-17 ini, terdapat diskusi dengan negara mitra di luar kawasan ASEAN, seperti China, Jepang, dan Korea.
Diskusi tersebut membahas pengembangan kapasitas, pertukaran informasi, dan kemampuan penegakan hukum.
Konsep kerjasama yang dijalankan oleh ASEAN juga akan diadopsi oleh negara-negara mitra ini.
AMMTC ke-17 menjadi acara yang sangat dinanti-nantikan, terutama setelah dua tahun terakhir di mana acara tersebut dilaksanakan secara offline dan online akibat situasi pandemi.
Pilihan Labuan Bajo sebagai tempat pelaksanaan telah memperkaya pengalaman delegasi dan menciptakan kesempatan untuk menjalin kerjasama lintas negara dalam suasana yang unik dan mendalam.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Labuan Bajo Pilihan Tepat untuk Pelaksanaan AMMTC ke-17