digtara.com – Warga masyarakat Kelurahan Alak, Kota Kupang mengeluhkan aktivitas bar di kawasan tersebut yang meresahkan.
Keresahan warga ini disampaikan dalam bentuk Curhat ke Kapolda NTT, Irjen Pol Johni Asadoma, di kantor Kelurahan Alak, Jumat (1/9/2023).
Program Jumat Curhat ini merupakan bagian dari inisiatif terpusat dari Markas Besar (Mabes) Polri yang melibatkan seluruh daerah di Indonesia dalam rangka mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat.
Baca: Kapolda NTT Minta 4 Kapolres di NTT Fasilitasi Pembentukan PP Polri di Wilayah
Warga dari RT 17 Kelurahan Alak menyuarakan kebutuhan akan akses jalan yang lebih baik di dekat Markas Komando Polisi Air dan Udara (Mako Polairud).
Dalam upaya memperjuangkan permintaan mereka, warga Alak telah mengajukan keluhan mengenai akses jalan yang saat ini kurang memadai.
Kapolda NTT menanggapi dengan serius dan berjanji untuk mengadakan rapat dengan pihak terkait, seperti Dirpolair, Karolog, dan Dir Polairud.
Masyarakat memberikan apresiasi dengan kehadiran polisi RW yang sudah ada di wilayahnya.
Permasalahan di wilayah Alak tidak hanya terbatas pada akses jalan. Perwakilan dari Karang Taruna Alak, Viky Ndoen, juga turut menyuarakan kondisi anak muda terkait lapangan pekerjaan di PT Semen dan Pelabuhan.
Viky Ndoen juga menyoroti permasalahan yang timbul dari keberadaan beberapa bar di wilayah Alak, yang berdampak negatif pada anak-anak di bawah umur.
Kapolda NTT menyampaikan keprihatinan mengenai cuaca yang sangat panas yang saat ini melanda wilayah tersebut akibat perubahan cuaca.
Ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa kondisi cuaca tersebut dapat menyebabkan masalah serius dalam pertanian, bahkan berpotensi mengurangi stok makanan.
“Dampak dari cuaca panas ini bisa menyebabkan kekurangan pangan dan berpotensi menimbulkan gejolak dalam masyarakat,” ungkap Kapolda NTT.
Kapolda mengimbau kepada seluruh warga untuk bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, termasuk menghemat air guna mencegah kekeringan.
Kapolda NTT menjelaskan bahwa kekeringan yang dihadapi saat ini merupakan dampak dari fenomena badai El Nino yang berdampak pada pola cuaca.
Oleh karena itu, langkah-langkah adaptasi dan mitigasi perlu diambil untuk menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem.
Program Jumat Curhat yang diselenggarakan oleh Mabes Polri adalah untuk membangun komunikasi dan interaksi yang lebih baik antara pihak kepolisian dan masyarakat.
Program ini memberikan wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, aspirasi, dan pertanyaan terkait tugas Polri serta isu lain yang dihadapi.
Sebagai penegak hukum dan pengayom masyarakat, tugas Polri termasuk dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menjaga hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kapolda NTT berharap bahwa melalui kegiatan Jumat Curhat ini, hubungan emosional antara Polri dan masyarakat dapat terjalin dengan lebih baik, sekaligus memberikan solusi bagi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.
Terkait keluhan masyarakat, Kapolda pun menanggapinya dan berjanji akan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Masyarakat Alak Curhat ke Kapolda Soal Aktivitas Bar yang Meresahkan