digtara.com - Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda NTT selaku Karendalopsda Operasi Mantap Brata (OMB) 2023, Kombes Pol Deonijiu De Fatima, SIK SH melakukan analisa dan evaluasi (Anev) Operasi Mantap Brata tahap I di lapangan Ricky Sitohang Mapolda NTT, Selasa (31/10/2023).
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Kasatgas dan anggota Operasi Mantap Brata tahap Pendaftaran Capres-Cawapres Pemilu Tahun 2024 beserta kelengkapan sarana dan prasarana pendukung lainnya.
Ada 249 personel terlibat dalam kegiatan ini, yang terbagi dalam berbagai satuan tugas, seperti Satgas preemtif, Satgas preventif, Satgas objek kegiatan, Satgas objek penting pemilu, satgas sterilisasi, Satgas Kamseltibcar, Satgas patroli, Satgas tindak, Satgas sar, Satgas Jibom, Satgas gakum, Satgas anti drone, Satgas siber, Satgas pidum, satgas humas, satgas binops, Satgas Polair, Satgas TIK, Satgas Dokkes, dan Satgas Propam.
Karoops berterimakasih kepada seluruh personel yang telah menjalankan tugas tahap awal selama dua minggu.
Mantan Dansat Brimob Polda NTT ini juga menekankan pentingnya pelaporan yang tepat waktu, mendorong operator satgas untuk peduli dengan jalur rengiat - kegiatan lapangan - hasil giat - waktu pelaporan.
Mantan Dansat Brimob Polda Metro Jaya ini berharap anggota tetap siap menghadapi potensi gangguan dengan skala meningkat dan bisa bergerak cepat seperti anggota dalmas sampai PHH.
Provos bertugas menjaga disiplin anggota yang terlibat OMB, sementara seluruh anggota dituntut untuk memiliki kepedulian, kreativitas, dan analisa yang tajam agar pengamanan lebih optimal dan menciptakan situasi yang kondusif.
Anggota Sabhara diminta untuk selalu membawa perlengkapan diri, seperti borgol dan tongkat.
Evaluasi pengamanan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran pola pengamanan, dengan pergeseran obyek Pam dan personel yang sama untuk optimalisasi tugas.
Penggunaan alat komunikasi selain hp pribadi, seperti HT, diharapkan akan meningkatkan pemahaman tentang kegiatan yang ada di lapangan.
Peralatan Dalmas dan PHH harus melekat pada kegiatan obyek pam di lapangan, terutama pada samapta dan Brimob.
Semua langkah ini merupakan koreksi, analisa, dan evaluasi yang bertujuan untuk meningkatkan tugas pengamanan, terutama menjelang tahap kampanye ke depan.