Petani di Sumba Timur Ditemukan Tewas Terapung di Laut

Imanuel Lodja - Sabtu, 04 November 2023 12:21 WIB
Petani di Sumba Timur Ditemukan Tewas Terapung di Laut

digtara.com - Lukas Luha Rebo alias Bapa Broken (68), petani di Kabupaten Sumba Timur, NTT ditemukan tewas terapung di laut di panta Laipori, Desa Palakahembi. Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur.

Warga RT 028/RW 008, Dusun Laipori, Desa Palakahembi, Kecamaran Pandawai, Kabupaten SumbaTimur ini ditemukan pada Jumat (3/11/2023) sekitar pukul 15:00 Wita.

Awalnya Yuliana Konga Naha alias Yuli (48), Lusiana Lau alias Lusi (30) dan Umbu Saul Lau alias Saul (36), warga Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera, Kabupaten SumbaTimur sedang piknik para Jumat petang di Pantai Laipori.

Ketika sedang berkemas hendak pulang, mereka melihat ada benda hitam yang terapung di laut sekitar 50 meter dari bibir pantai Laipori.

Umbu Saul Lau kemudian mendekati benda tersebut untuk memeriksa dan memastikannya.

Ternyata yang terapung adalah sesosok manusia.

Saul cs langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Mauliru Bripka Ferdinan Windi.

Bhabinkamtibmas Mauliru menghubungi Bhabinkamtibmas Watumbaka Bripka Josua Langi sehingga bersama Kapolsek Pandawai Ipda Frensen E. Bengkiuk serta anggota Polsek ke lokasi kejadian.

Saat ditemukan, korban memakai baju kaos loreng tulisan dan lambang Polisi Militer, celana pendek parasut hitam.

Pada pergelangan tangan kiri memakai gelang bahan kulit penyu, gelang muti, gelang besi putih dan gelang bahan akar bahar.

Korban juga memakai cincin bahan kulit penyu. Pada leher memakai kalung muti dan tas jaring tergantung di leher berisi 1 ekor ikan Nimbe.

Anggota Polsek Pandawai bersama warga dan keluarga korban mengevakuasi korban dari dalam laut ke darat di pantai.

Keluarga meminta bantuan pihak kepolisian Polsek Pandawai membawa korban ke rumah.

Di rumah korban, petugas medis melakukan pemeriksaan luar terhadap korban.


Hasil pemeriksaan luar petugas medis Puskemas Kawangu ditemukan pendarahan pada mata kanan diduga akibat benturan dengan batu karang.

Mulut korban juga mengeluarkan busa dan mayat sudah kaku.

Perut korban juga kembung diperkirakan karena kemasukan air laut.

Polisi menginterogasi keluarga korban dan saksi.

Keluarga korban khlas menerima kematian korban sebagai musibah serta menolak mayat korban untuk dilakukan otopsi.

Keluarga menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi.

Kapolres Sumba Timur, AKBP Fajar WLS yang dikonfirmasi Sabtu (4/11/2023) membenarkan kejadian tersebut.

Disebutkan kalau korban meninggal wajar dan keluarga pun iklas menerima kematian korban.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Emas Ilegal Terdeteksi di Bandara, Kasusnya Langsung Dilimpahkan ke Polres Sumba Timur

Nusantara

Seluruh Kapolres di Polda NTT Jalani Tes Urine

Nusantara

Polres TTU Bagi Takjil Kepada Warga dan Organisasi Mahasiswa

Nusantara

Polda NTT Serahkan Tersangka TPPO Ke Kejaksaan Negeri TTS, Tersangka Dititipkan ke Rutan Kelas IIB Soe

Nusantara

Pekerja Migran Asal NTT di Luar Negeri Capai Ribuan Orang

Nusantara

Periksa 19 Saksi dan Tiga Saksi Ahli, Polda NTT Segera Tuntaskan Kasus Kematian Lucky Sanu dan Delfi Foes