Update Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki: Korban Luka Bertambah Lengkap Data Pengungsi

Imanuel Lodja - Selasa, 05 November 2024 10:30 WIB
istimewa
Update Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki: Korban Luka Bertambah Lengkap Data Pengungsi
digtara.com - Warga masyarakat yang mengalami luka akibat erupsi gunung api Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT bertambah tiga orang.

"Ada tambahan tiga orang (mengalami) luka dan sudah dirawat di RSUD Larantuka, Kabupaten Flores Timur," ujar Kapolres Flores Timur, AKBP I Nyoman Putra Sandita saat dikonfirmasi pada Selasa (5/11/2024).

Ia memastikan hingga Selasa pagi, jumlah korban meninggal dunia sebanyak sembilan orang yang sudah dimakamkan pada Senin (4/11/2024) pasca dievakuasi.

Lima orang korban dimakamkan di Desa Klatanlo, dua orang korban dibawa ke Maumere Kabupaten Sikka untuk prosesi pemakaman, satu jenazah dibawa ke Bajawa Kabupaten Ngada dan satu orang lainnya dimakamkan di Desa Lewotobi, Kabupaten Flores Timur.

Senin, 4 November 2024 tengah malam terjadi letusan dengan eskalasi yang besar dan berubah status menjadi Level IV (Awas) dan radius dari 4,5-5 kilometer naik menjadi radius 7 kilometer dari pusat erupsi.

Kondisi ini memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat dan mengakibatkan korban jiwa dan harta benda berupa kerusakanan rumah hunian dan fasilitas umum lainnya

Dampak yang yang ditimbulkan bagi masyarakat dari dua wilayah kecamatan yakni Kecamatan Ile Bura dan Kecamatan Wulanggitang sangat besar.

Namun, yang lebih terdampak dan paling terasa ada pada delapan desa yakni dua desa dalam wilayah Kecamatan Ile Bura yakini Desa Dulipali dan Desa Nobo dan enam desa di Kecamatan Wulanggitang yakni Desa Klatanlo, Desa Hokeng jaya, Desa Pululera, Desa Boru, Desa Boru Kedang dan Desa Nawokote.

Erupsi gunung Lewotobi Laki-laki, telah membawa dampak bagi kehidupan masyarakat pada delapan desa dalam wilayah Kecamatan Ile Bura dan Kecamatan Wulanggitang, dengan korban meninggal dunia sembilan orang terdiri dari empat orang laki-laki dan lima orang perempuan.

Terdapat 53 warga mengalami luka-luka dari desa Dulipali, Klatanlo dan Hokeng jaya, yang dirawat di Puskesmas Boru dan Puskesmas Lewolaga, serta yang dirujuk ke BLUD RS. dr. Hendrikus Fernandez Larantuka 1 orang.

Sejumlah fasilitas umum juga rusak yakni 18 unit TK/PAUD, satu unit sekolah dasar, tiga unit SMP dan tiga unit SMA.

Sebanyak 2.384 unit rumah hunian masyarakat yang tersebar pada delapan desa juga rusak. Ada pula fasilitas lain yang rusak seperti tiga unit asrama, tiga unit biara, tiga unit Kapel, dua unit gedung koperasi, dua unit kantor bank yakni BRI dan Bank NTT, satu unit kantor Pos dan Giro, bangunan Koramil dan Polsek juga ikut ikut berdampak.


Sekretaris Daerah Flores Timur, Petrus Pedo Maran dalam keterangannya pada Selasa (5/11/2024) menyebutkan kalau ada 1.944 pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang berasal dari delapan desa (Nobo, Dulipali, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, Boru kedang, Nawokote dan Pululera).

Ribuan pengungsi ini ada pada tiga lokasi yang ditentukan oleh Pemerintah Daerah. Posko Desa Lewolaga sebanyak 647 orang, Posko Desa Bokang sebanyak 510 orang dan Posko Desa Konga sebanyak 787 orang.

Sementara pengungsian mandiri, belum terupdate karena menyebar ke Kewapante dan Maumere serta Hikong Kabupaten Sikka serta ke Pululera Kabupaten Flores Timur. Ada pula warga yang bertahan di pemukiman masing-masing.

Pemerintah sudah membangun tenda pengungsi bagi masyarakat serta mendirikan tiga dapur umum untuk tiga lokasi pengungsian.

Juga Menyiagakan Posko Kesehatan pada Puskesmas Boru dan Puskesmas Lewolaga, yang dibantu oleh IDI Cabang Flores Timur dan Tenaga kesehatan dari Puskesmas Lato dan Puskesmas Demon Pagong.

Juga menyiagakan TRC dan Tagana, guna mendukung OPD yang piket pada tiga lokasi pengungsian tersebut.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Polres Sumba Timur dan Sumba Barat Daya Ungkap Sindikat Curanmor Antar Kabupaten

Nusantara

Pingsan Saat Berkendara, Penumpang Sepeda Motor di Kupang Ditolong Polantas ke Rumah Sakit

Nusantara

Terima 984 Laporan Polisi Selama Tahun 2025, Polres TTS Tuntaskan 55 Persen Kasus

Nusantara

NTT Jadi Lumbung Jagung Nasional, Kapolda NTT Pimpin Panen Raya Jagung Kuartal IV 2025

Nusantara

Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi Diselesaikan Secara Damai

Nusantara

Polres Malaka Tetapkan Dan Tahan Tujuh Orang Tersangka Kasus Tawuran