digtara.com - Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak di Kabupaten Belu, NTT tergolong sukses dan tanpa ada gangguan keamanan.
Kapolda NTT, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh masyarakat Kabupaten
Belu atas peran aktif mereka dalam menjaga kelancaran Pemilu dan
Pilkada Serentak tahun 2024.
Situasi kamtibmas yang kondusif selama pesta demokrasi di wilayah yang berbatasan dengan negara Timor Leste ini, diakui
Kapolda NTT adalah hasil kerja sama yang solid antara aparat kepolisian dan masyarakat.Kapolda NTT menyampaikan hal ini saat tatap muka dengan Forkopimda, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, KPU, dan Bawaslu Kabupaten
Belu di Aula Wira Satya Polres Belu, Selasa (21/01/2025) lalu.
Kapolda NTT mengungkapkan bahwa tahun 2024 merupakan tahun politik yang penuh tantangan, karena Indonesia melaksanakan dua pemilihan umum sekaligus Pemilu Presiden, Legislatif, serta
Pilkada serentak di 38 provinsi.
"Pemilu 2024 adalah pekerjaan yang sangat rumit di dunia, dan Indonesia berhasil melaksanakannya. Banyak pengamat internasional yang menunggu-nunggu perkembangan di Indonesia, terutama saat pemilihan Presiden, Legislatif, dan
Pilkada serentak," ungkap Kapolda NTT.Kapolda menyampaikan rasa syukur karena di NTT, khususnya di Kabupaten Belu, tidak terjadi hal-hal yang mengkhawatirkan. Meskipun ada 6 TPS yang melaksanakan PSU di seluruh NTT, tidak ada kejadian serupa di Belu, yang disebabkan oleh kesalahan administrasi saja.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga
Belu yang telah menjaga kondusifitas selama Pemilu dan
Pilkada serentak tahun lalu. Keamanan ini tercipta berkat hati yang luas dan keinginan masyarakat untuk tetap aman," tambahnya.
Kapolda NTT juga mengajak seluruh unsur Forkopimda, stakeholder, dan elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi menjaga situasi aman dan harmonis ke depan.Kapolda menekankan pentingnya komunikasi yang efektif antar semua elemen masyarakat untuk menghadapi tantangan keamanan yang mungkin muncul.
Hadir dalam acara tersebut Wakapolda NTT, Brigjen Pol Awi Setiyono serta sejumlah pejabat utama Polda NTT, Bupati Belu, Kapolres Belu, Ketua Pengadilan Negeri Atambua, Kepala Kejaksaan Negeri Atambua, Dandim 1605 Belu, Danyon 744/SYB, dan sejumlah tokoh lainnya. hadir pula Ketua KPU, Komisioner Bawaslu, serta perwakilan instansi terkait.