Siswa Diliburkan Pasca Gedung SDN Fatululat di Kupang Diterjang Longsor

Imanuel Lodja - Senin, 10 Februari 2025 14:25 WIB
ist
Siswa Diliburkan Pasca Gedung SDN Fatululat di Kupang Diterjang Longsor
digtara.com - Siswa SDN Fatululat, Desa Fatumonas, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara (NTT), diliburkan sementara selama dua hari.

Libur itu diberlakukan setelah sekolah itu rusak dihantam longsor dan angin kencang.

"sementara ini para siswa diliburkan. Tadi pagi memang mereka masuk sekolah, tetapi karena cuaca tidak memungkinkan sehingga kami liburkan sampai hari Rabu (12/2/2025)," ujar Camat Amfoang Tengah, Marsyuner Prayudin Bureni, Senin (10/2/2025).

Kebijakan tersebut sudah dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Kupang, Eliazer Teuf.

Disdikbud Kabupaten Kupang akan mengecek langsung kondisi sekolah tersebut karena pada satu gedung itu terdapat dua ruangan yang roboh. Sedangkan satu ruangannya retak-retak. Selain itu, atap bangunan itu juga roboh.

"Kami sedang menunggu Pak Kadis untuk bersama-sama melihat langsung kondisi bangunan sekolah yang rusak," jelasnya.

Camat juga mengatakan ada 31 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terdampak longsor di Kampung Sonan, Dusun 1, Desa Bitobe, Kecamatan Amfoang Tengah.

Para warga juga sudah dievakuasi dari tempat pengungsian semula ke Gereja GMIT Pos Pelayanan Bioba Baru.

Jumlah jiwa yang terdata hingga Minggu (9/2/2025) malam ada 74 orang dan 20 unit rumah rusak.

Camat pun ke lokasi longsor untuk mencari warga yang masih bertahan di kebun maupun rumahnya supaya diamankan ke satu titik posko pengungsian.

BPBD, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Sosial, Dispenda Kabupaten Kupang, Polsek Amfoang Selatan, serta beberapa pimpinan Gereja GMIT sudah melakukan penanggulanan kebutuhan para korban.

"Dinas Sosial, PMD dan BPBD sudah turun ke lokasi kemarin untuk mengevakuasi para korban hingga pukul 22.00 Wita baru selesai," ungkap Marsyuner.

Akses jalan menuju pemukiman warga yang terdampak juga tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun enam karena tertimbun lonngsor.

Hal itu menyulitkan petugas untuk melakukan evakuasi.

"Medan ke sana sangat sulit. Sehingga kami mengevakuasi warga dengan berjalan kaki menyusuri hutan sejauh 5 kilometer," ujar camat Marsyuner.

Ia menegaskan bangunan maupun fasilitas lainnya di sekitaran Observatorium Nasional Timau, tidak terdampak longsor karena lokasinya masih jauh dari Kampung Sonan.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Seorang Perempuan di Kupang Diamankan Polisi Karena Curanmor

Nusantara

Jadi Inspektur Upacara, Kapolsek Kota Lama Sampaikan Sejumlah Pesan Kamtibmas Bagi Siswa SMPN 16 Kupang

Nusantara

Polresta Kupang Kota-Satpol PP Patroli Hingga Subuh Beri Himbauan Kamtibmas

Nusantara

Curi di Lasiana-Kota Kupang, Diamankan di Kupang Tengah-Kabupaten Kupang

Nusantara

Unggahan di Media Sosial Picu Konflik Warga di Kolhua-Kupang

Nusantara

Siswa Dua Sekolah Menengah di Alak-Kupang Tawuran, Polisi Fasilitasi Penyelesaian Secara Damai