Sembilan Orang Meninggal Dunia dan Ribuan Teguran Diberikan Selama Operasi Keselamatan Turangga 2025

Imanuel Lodja - Senin, 24 Februari 2025 10:13 WIB
istimewa
Operasi Keselamatan Turangga 2025

digtara.com - Operasi Keselamatan Turangga 2025 di Polda NTT dan Polres jajaran berakhir pada Minggu (23/2/2025).

Operasi selama 14 hari yang dimulai sejak 10 Februari lalu mencatat ada sejumlah kejadian kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan operasi.

Selama dua pekan pelaksanaan operasi, terdapat 54 kejadian kecelakaan lalu lintas.

Terdapat sembilan orang korban meninggal dunia, 21 orang mengalami luka berat dan 55 orang mengalami luka ringan.

Dari sisi usia, korban kecelakaan lalu lintas tertinggi berusia 15 - 19 tahun sebanyak 16 orang, usia 20 - 24 tahun sebanyak 13 orang dan usia ⁠35 - 39 tahun sebanyak sembilan orang.

Selama pelaksanaan operasi, polisi juga memberikan 2.633 teguran kepada pengguna jalan.

Direktur lalu lintas Polda NTT, Kombes Pol Dedy Eka Jaya Helmi mengakui kalau pelanggaran tertinggi sepeda motor adalah tidak menggunakan helm SNI, ⁠surat - surat dan sejumlah pelanggaran lainnya.

Sementara pelanggara kendaraan roda empat terbanyak adalah surat-suat serta tidak menggunakan safety belt.

Direktur lalu lintas dalam keterangannya pada Senin (24/2/2025) menyebutkan kalau pelanggaran tertinggi dilakukan kelompok usia 26 - 30 tahun disusul kelompok usia ⁠21 - 25 tahun dan kelompok usia ⁠31 - 35 tahun.

Polres dengan pelanggaran tertinggi adalah Polres Manggarai sebanyak 96 teguran, ⁠Manggarai Barat 90 teguran dan Polres Sumba Barat Daya 85 teguran.

Selain itu Polres dengan jumlah kecelakaan lalu lintas tertinggi adalah Polresta Kupang Kota 18 kejadian disusul Polres ⁠Sumba Timur delapan kejadian dan Polres Kupang empat kejadian

Selama pelaksanaan operasi ini, sebanyak 825 anggota polisi lalu lintas di Polda NTT dan Polres jajaran dilibatkan dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Turangga 2025.

Operasi yang berlangsung selama 14 hari ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas guna menekan angka kecelakaan dan pelanggaran yang terus meningkat setiap tahunnya.


Data menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan.

Pada tahun 2023, tercatat 1.407 kasus kecelakaan, sementara di tahun 2024 meningkat menjadi 1.593 kasus, atau naik 6,2 persen.

Sementara itu, jumlah pelanggaran lalu lintas juga meningkat dari 29.038 pelanggaran pada 2023 menjadi 35.487 pelanggaran pada 2024.

Operasi Keselamatan Turangga 2025 selain menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi bulan Ramadhan dan Idul Fitri, di mana kepadatan lalu lintas meningkat.

Selain itu, operasi ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di masyarakat serta meningkatkan pelayanan publik dengan pendekatan yang humanis.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Tidak Disiplin, Lima Anggota Polresta Kupang Kota Diberi Sanksi Dinas

Nusantara

Nelayan di Alor-NTT Hilang saat Melaut, Kapolres Kerahkan Anggota Bantu Temukan Korban

Nusantara

Penerimaan Polri Sumber Sarjana Dibuka, Wakapolda NTT Minta Peserta Percaya Pada Kemampuan Diri

Nusantara

Polres Ende Reka Ulang Kasus Penganiayaan Berujung Tewasnya Warga

Nusantara

Polri Siaga Pantau Aktivitas Gunung Berapi dan Minta Warga Waspada

Nusantara

Brimob Polda NTT Bersihkan Pohon Tumbang di Jalur Tanadaru