Biaya Sewa Mobil Ambulance Mencekik, Jenazah Bayi di Kupang diangkut dengan pick up dan sepeda motor ojek

Imanuel Lodja - Sabtu, 01 Maret 2025 10:01 WIB
ist
Biaya sewa mobil Ambulance mencekik, Jenazah bayi di Kupang diangkut dengan pick up dan sepeda motor ojek

digtara.com - Seorang bayi yang baru lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia.

Bayi berjenis kelami perempuan anak dari pasangan Yohania Kunua dam Ovin Marlin Kunua ini meninggal pada Rabu (26/2/2025) di RSUD Naibonat, Kabupaten Kupang.

Bayi ini lahir dengan penuh perjuangan dari Ovi Marlin Kunua.

Ovi yang berasal dari Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang merupakan pasien rujukan.

Ia dirujuk dari Puskesmas Naikliu, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang pada Senin (24/2/2025).

Saat itu, Ovi dibawa dari Naikliu menggunakan mobil strada milik Ama Roda.

Mereka harus membayar biaya sewa dengan sistem carter mobil sebesar Rp 2 juta.

Mereka pun menempuh perjalanan selama enam jam. Mobil berangkat dari Naikliu sekitar pukul 11.00 wita dan baru tiba pada pukul 17.00 wita di RSUD Naibonat, Kabupaten Kupang.

Pada Selasa (25/2/2025), Ovi dirujuk lagi dari RSUD Naibonat ke RSUD Prof Dr WZ Yohanes Kota Kupang.

Ovi pun melahirkan di RSUD Prof Dr WZ Yohanes Kupang pada Rabu (26/2/2025) malam sekitar pukul 19.00 wita.

Namun Ovi melahirkan bayi yang sudah meninggal. Bayi perempuan itu dinyatakan meninggal dari dalam kandungan.

Keesokan harinya atau pada Kamis (27/2/2025) jenazah bayi tersebut dibawa pulang ke kampung halaman di Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang pada pukul 05.00 wita menggunakan pick up.

Lagi-lagi keluarga harus menyewa pick up dengan ongkos Rp 800.000.


Keluarga memutuskan memakai pick up karena tidak sanggup membayar biaya mobil ambulance yang mencapai Rp 1.600.000 hingga ke desa mereka.

Dengan pick up, mayat bayi yang diisi dalam peti diberangkatkan dari RSUD Prof Dr WZ Yohanes Kupang pada Kamis subuh.

Namun kendala lain dihadapi pihak keluarga. Mobil pick up yang dipakai mengantar jenazah hanya bisa mengantar sampai di sekitar lokasi observatorium

Hal ini terjadi karena kondisi jalan rusak dan tidak memungkinkan untuk dilalui hingga ke desa.

Jenazah pun diturunkan di sekitar observatorium dan mobil pick up kembali ke Kupang.

Dari observatorium, peti jenazah diangkut lagi menggunakan sepeda motor.

Untuk menghindari hujan, peti jenazah dibungkus dengan kantong plastik dan diikat pada sepeda motor ojek.

Jenazah kemudian dievakuasi dengan sepeda motor ojek hingga ke rumah Ovi di RT 11/RW 05, Dusun 04, Desa Fatunaus, Kecamatan Amfoang Utara. Kabupaten Kupang.

Kapolsek Amfoang Utara, AKP I Nyoman Sarjana yang dikonfirmasi pada Sabtu (1/3/2025) membenarkan kejadian ini.

"Keluarga tidak sanggup membayar ambulance Rp 1,6 juta jadi sewa pick up Rp 800 ribu tapi karena jalan rusak maka jenazah hanya sampai di lokasi observatorium dan diangkut lagi dengan ojek sampai ke Fatunaus," bebernya.

Pihak RSUD Prof Dr WZ Yohanes Kupang belum berhasil dikonfirmasi terkait masalah ini

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda

Nusantara

Satu Gereja dan Belasan Rumah Warga di Bello-Kupang Rusak Berat Disapu Angin Kencang

Nusantara

Curhat Dengan Polisi, Warga Liliba Keluhan Judi Sabung Ayam, Miras dan Praktek Kumpul Kebo

Nusantara

Karyawan Rumah Makan Teluk Rasa Ditemukan Tewas Diduga Tersengat Arus Listrik

Nusantara

Tidak Disiplin, Lima Anggota Polresta Kupang Kota Diberi Sanksi Dinas

Nusantara

Polres Kupang Segera Punya Gedung Reskrim dan PPA Yang Baru