Jatuh dan Terseret Banjir Sejauh Satu Kilometer, IRT Penjual Kelapa di Pasar Inpres Naikote Kupang Meninggal Dunia

Imanuel Lodja - Minggu, 30 Maret 2025 12:01 WIB
ist
Jatuh dan Terseret Banjir Sejauh Satu Kilometer, IRT Penjual Kelapa di Pasar Inpres Naikote Kupang Meninggal Dunia

digtara.com - Jublina Lado Koro(45), ibu rumah tangga yang sehari-hari berjualan kelapa di Pasar Inpres Naikoten I, Kota Kupang ditemukan tewas pada Sabtu (29/3/2025) petang.

Warga RT 36/RW 14, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang yang kost sementara di Kampung Sabu, kompleks Pasar Inpres Naikoten I ini jatuh tergelincir di deker/jembatan rusak di pasar Inpres Naikoten I.

Korban terseret arus sejauh satu kilometer. Jenazahnya ditemukan di Kali Makaraong, dekat jembatan Jalan Damai Asrama TNI Kuanino, RT 026/RW 006, Kelurahan Naikoten II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Korban ditemukan oleh Rafael Tafui (19), pelajar SMA yang tinggal di sekitar asrama TNI Kuanino.

Rafael melihat korban dalam kali dalam kondisi sudah meninggal.

Korban ditemukan di bagian tengah kali dengan posisi badan dan kepala menghadap ke bawah.

Begitu menemukan korban, Rafael langsung meminta bantuan Faldo Mere (21) dan warga sekitar untuk membantu mengevakuasi lorban ke atas kali.

Suami korban mengakui kalau ia dan korban berjualan kelapa di pasar Inpres Naikoten sejak pukul 06.00 Wita.

Sekitar pukul 13.20 Wita, korban pamit pulang ke tempat kost untuk istirahat.

Sekitar pukul 15.00 Wita, salah satu anak laki-laki korban.Julio De Nova mendapat kabar dari pemilik kost kalau korban jatuh di lali di belakang pasar Inpres Naikoten di bekas jembatan (deker) rusak.

Julio langsung ke pasar memberitahukan ayahnya kalau korban jatuh di kali belakang Pasar Inpres Naikoten I.

Suami korban ke lokasi kejadian namun korban sudah tidak ada lagi di tempat.

Mereka melakukan pencarian bersama masyarakat di lokasi dan leluarga korban.

Pukul 16.00 Wita, lorban ditemukan di kali dekat Asrama Tentara Kuanino.

Korban diduga terbawa arus kali sepanjang kurang lebih dari satu kilometer.


Anggota Polsek Kota Raja dan warga masyarakat mengevakuasi korban ke rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Keluarga korban iklas menerima kematian korban akibat kecelakaan jatuh di sungai/kali.

Keluarga korban juga menolak dilakukan otopsi dan membuat surat penolakan otopsi.

Jenasah korban kemudian dibawa ke rumah Dominggus Terru Leo di dekat SMPN 12 Kelurahan Sikumana, Kota Kupang untuk disemayamkan.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Gagal Bertemu Gubernur NTT, Demo Mahasiswa-Sopir Pick Up Bentrok

Nusantara

Kakak Beradik di Kupang Meninggal dalam Kecelakaan Beruntun

Nusantara

Saat Kapolresta Kupang Kota Nyetir Antar Anggota Purna Bakti

Nusantara

Miras Diamankan Polisi saat Pemeriksaan Kendaraan

Nusantara

Satu Warga di Kupang Belum Ditemukan Pasca Tenggelamnya Kapal Nelayan

Nusantara

Ujian Psikologi Bintara Polri di Polda NTT Selesai, Tersisa 1.279 Peserta