digtara.com - Polres Flores Timur berkoordinasi dengan Brimob Polda NTT soal temuan granat dan amunisi pada Selasa (1/4/2025).
Tim penjinak bom (Jibom) dari Satuan Brimob Polda NTT didatangkan untuk memeriksa barang temuan tersebut.
Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra melalui Kasubsi PIDM Humas Polres Flores Timur, Iptu Anwar Sanusi mengaku kalau Tim Jibom Sat Brimob Maumere dipimpin Wadanyon Kompi B pelopor Maumere, AKP Agustinus Silvester didampingi Ipda Melianus Ola bersama 17 personil lainnya sudah ke Flores Timur pada Selasa siang.
"(Tim) melakukan koordinasi dan pemeriksaan barang bukti 16 buah granat dan 393 amunisi," ujar Anwar Sanusi dalam keterangannya pada Selasa (1/4/2025) malam.
Dari penelitian dan pemeriksaan barang bukti dinyatakan bahwa granat masih aktif.
Untuk sementara, granat dipindahkan untuk diamankan pada lokasi kosong di sebuah kebun.
Aparat keamanan pun membuat lubang/bunker tempat dianggap aman jauh dari pemukiman.
Sedangkan untuk amunisi tetap diamankan di posko pengamanan TNI - Polri di Hunian Sementara (Huntara) Desa Konga.
Diketahui bahwa granat adalah granat tipe 97 ; 3,78 inci (9,6 centimeter) TNT · 65 gram (2,3 ons).
"Dilihat dari bentuknya kemungkinan peninggalan perang dunia kedua," ujarnya.
Disebutkan pula kalau barang bukti tersebut tidak dibawa ke Maumere, Kabupaten Sikka karena diduga masih aktif sehingga perlu dilakukan koordinasi.
Pihaknya berkoordinasi untuk mendatangkan tim Den Gegana/Jibom dari Sat Brimobda NTT untuk proses Disposal (pemusnahan) .
Pengamanan di lokasi kejadian dilakukan oleh Wakapolres Flores Timur, Kompol Teosasar Ngulu, Danramil Boru - Wulanggitang, Kapten Infantri Paulus Kedang Weking, Kasat Reskrim, Iptu Edi Purnomo, Kasat Intelkam, Iptu Gede Sumerada, Kapolsek Titehena, Ipda Fransiskus Ragalay dan anggota lainnya hingga Selasa petang.
Granat dan amunisi ditemukan di lokasi Huntara, desa Konga, Kecamatan Titehena pada Selasa, 1 April 2025 pagi, sekira pukul 07.30 wita.
Granat dan amunisi ditemukan ketika warga Huntara melakukan penggalian tanah untuk membuat septic tank di lokasi Huntara.
"Ditemukan sejumlah granat oleh salah satu warga Pius Kwuta," ujar Iptu Anwar Sanusi.
Dari penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada personil TNI - Polri yang selama ini melakukan penjagaan di lokasi Huntara tesebut.
Granat dan amunisi tersebut diamankan dan setelah dihitung bajwa granat sebanyak 16 buah dan amunisi/peluru sebanyak 393 buah.