digtara.com -Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya menorehkan sejarah besar dengan meraih gelar
Liga Champions pertama mereka, usai menghancurkan
Inter Milan dengan skor telak 5-0 di laga
final yang digelar di Allianz Arena, Munich, Minggu (1/6) dini hari WIB.
Kemenangan sensasional ini sekaligus menjadikan PSG sebagai klub ke-24 yang berhasil merengkuh trofi paling bergengsi di kancah sepak bola Eropa tersebut.
Dominasi Total PSG Sejak Menit Awal
PSG tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan. Achraf Hakimi membuka keunggulan pada menit ke-12 memanfaatkan celah di lini belakang Inter.
Hanya berselang delapan menit, Desire Doue menggandakan skor menjadi 2-0 setelah menyambut umpan matang dari lini tengah.
Meski unggul dua gol di babak pertama, pasukan Luis Enrique tak mengendurkan tekanan.
Di awal babak kedua, PSG terus menekan dengan serangan cepat dari sisi sayap.Khvicha Kvaratskhelia sempat mengancam, meski tembakannya belum menemui sasaran.
Memasuki menit ke-63, kerjasama apik antara Ousmane Dembele dan Vitinha kembali membuka pertahanan Inter.
Vitinha mengirimkan umpan terobosan tajam yang diselesaikan dengan tenang oleh Doue, mencetak gol keduanya malam itu.
Kekacauan lini belakang Inter berlanjut di menit ke-73.
Dembele kembali menjadi kreator, kali ini dengan umpan silang akurat kepada Kvaratskhelia, yang tanpa kesulitan mengubah skor menjadi 4-0.
Bek Inter, Alessandro Bastoni, tak mampu mengantisipasi kecepatan mantan bintang Napoli tersebut.
Pesta gol PSG ditutup oleh Senny Mayulu di menit ke-86.
Pemain muda berusia 19 tahun itu masuk sebagai pengganti dan langsung mencetak gol kelima PSG, sekaligus menegaskan dominasi mereka di laga final ini.
Jawaban atas Kritik dan Akhir Penantian Panjang
Sejak diakuisisi Qatar Sports Investments pada 2011, PSG terus dihujani kritik sebagai "klub instan" yang gagal memaksimalkan skuad bertabur bintang.
Namun kemenangan telak atas Inter ini menjadi bukti konkret bahwa mereka akhirnya berhasil menaklukkan Eropa.
Trofi Liga Champions ini sekaligus menjadi penebusan atas kegagalan demi kegagalan mereka di edisi-edisi sebelumnya.
Tidak hanya menang, PSG melakukannya dengan cara spektakuler: mencetak lima gol tanpa balas atas finalis kuat seperti Inter Milan.
Taktik Brilian dan Komposisi Skuad SeimbangKunci keberhasilan PSG terletak pada keseimbangan antara pemain muda dan senior yang diolah cermat oleh Luis Enrique.
Lini belakang yang dikawal Marquinhos dan Nuno Mendes tampil disiplin, sementara lini tengah diisi Joao Neves, Vitinha, dan Fabian Ruiz tampil dominan dalam penguasaan bola.
Lini serang PSG benar-benar menjadi mimpi buruk bagi Inter: kecepatan Dembele, kelincahan Kvaratskhelia, dan finishing klinis Doue terlalu sulit dihentikan. B
ahkan pemain pelapis seperti Mayulu ikut memberi dampak besar.
Sementara itu, Inter Milan tampak kehilangan arah setelah kebobolan dua gol cepat.
Formasi tiga bek yang diandalkan pelatih Simone Inzaghi gagal mengantisipasi variasi serangan PSG.
Babak Baru PSG, Evaluasi untuk Inter
Kemenangan ini membuka lembaran baru bagi PSG sebagai kekuatan baru Eropa.
Dengan materi muda yang menjanjikan dan struktur klub yang solid, PSG diperkirakan tak akan berhenti di satu gelar saja.
Bagi Inter, meski berhasil mencapai final, kekalahan telak ini menjadi sinyal perlunya evaluasi mendalam, terutama di sektor pertahanan dan mentalitas saat tertinggal.
Susunan Pemain Final Liga Champions 2025
PSG: Donnarumma; Hakimi, Marquinhos, Pacho, Nuno Mendes; Joao Neves, Vitinha, Fabian Ruiz; Doue, Dembele, Kvaratskhelia.
Inter Milan: Sommer; Pavard, Acerbi, Bastoni; Dumfries, Barella, Calhanoglu, Mkhitaryan, Dimarco; Lautaro Martinez, Thuram.