digtara.com -Curah hujan yang cukup tinggi pada awal pekan ini telah menyebabkan terjadinya genangan air di beberapa wilayah permukiman masyarakat di Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, NTT.
Genangan air terjadi di Desa Lawalu, Desa Fahiluka dan Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah.
Desa-desa tersebut merupakan wilayah yang sering tergenang apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Genangan air tersebut merupakan akibat langsung dari curah hujan dan bukan karena meluapnya sungai Benenain.
Apabila curah hujan sangat tinggi terjadi secara serempak di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), dan Belu, tidak menutup kemungkinan akan terjadi banjir di sungai Benenain yang dapat meluap dan menggenangi beberapa desa di dataran rendah di Kecamatan Malaka Tengah.
Hasil pemantauan oleh aparat kepolisian Polres Malaka di lapangan, terdapat beberapa rumah warga di dua desa yang masih tergenang air.
Di Dusun Nataraen, Desa Naimana ada lima unit rumah masih digenangi air.
Dua unit rumah merupakan milik Ani dan tiga unit rumah lainnya adalah milik Pit Klau, Mama Lan dan Gaudensia Fahik.
Air juga merendam sejumlah rumah warga di Dusun Pelita Lalor, Desa Fahiluka.
Tiga rumah yang masih digenangi air adalah rumah milik Siprianus Seran Olo, MamaTalo dan Mama Meri Luruk.
Rumah Hilarius Seran di Dusun Bolan B, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah juga masih terendam air.
Sementara di Desa Lawalu, kondisi saat ini sudah kering dan tidak terdapat lagi genangan air atau rumah terendam.
"Aktivitas masyarakat tetap berjalan normal seperti biasa., namun, masih terdapat beberapa halaman rumah warga yang tergenang air, meskipun tidak mengganggu secara signifikan," ujar Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar dalam keterangannya pada Jumat (13/6/2025).
Desa Naimana dan Desa Fahiluka merupakan wilayah yang rawan tergenang air jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, sehingga perlu perhatian khusus dari pihak terkait.