Empat Hari Pencarian Tanpa Hasil, Pencarian Nelayan Asal NTB di Sumba-NTT Dihentikan

Imanuel Lodja - Senin, 30 Juni 2025 15:50 WIB
ist
Empat Hari Pencarian Tanpa Hasil, Pencarian Nelayan Asal NTB di Sumba-NTT Dihentikan
digtara.com -Setelah empat hari pencarian intensif, upaya menemukan Rahmad Jailani, nelayan asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tenggelam di perairan Salura, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi dihentikan. Sabtu (28/6/2025) malam.

Korban yang merupakan nelayan pencari cumi di perairan Pulau Salura, belum berhasil ditemukan meski tim gabungan bersama masyarakat setempat telah melakukan penyisiran secara menyeluruh.

Keputusan penghentian operasi pencarian diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca yang tidak bersahabat, gelombang tinggi yang membahayakan, serta luasan area perairan yang telah dicari.

Sebelumnya, Rahmad Jailani bersama dua rekannya, Mukhlis dan Andi Irawan, melaut menggunakan perahu kecil berkapasitas 500 kilogram untuk mencari cumi. Di tengah perjalanan, mesin perahu mereka mengalami kerusakan.

Saat korban berusaha memperbaiki mesin, gelombang pasang mendadak menghantam perahu dengan kuat. Benturan itu membuat Rahmad Jailani terlempar ke laut, sempat membentur bagian mesin, lalu hanyut terseret arus dan hilang.

Pencarian melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Sat Polairud, personil Polsubsektor Pulau Salura Polres Sumba Timur, Pemerintah Desa, serta sejumlah nelayan setempat.

Penyisiran dilakukan menggunakan kapal berkapasitas 24 Gross Ton (GT) dengan rute Pulau Salura – belakang Pulau Menggudu – lokasi kejadian perkara (TKP) – Pulau Kotak – Pulau Salura.

Namun cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang terus berlangsung dan setelah dilakukan musyawarah bersama perwakilan pihak keluarga, proses pencarian korban kemudian dihentikan dan dibuatkan berita acara penghentian pencarian.

Kapolres Sumba Timur, AKBP Dr. Gede Harimbawa, menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian ini dan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat.

"Pencarian dilakukan secara maksimal selama empat hari penuh. Namun kondisi alam tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan," ujarnya pada Minggu (29/6/2025) malam.

Pihak keluarga dan penanggung jawab korban telah memberikan keterangan resmi dalam berita acara dan menyatakan menerima dengan ikhlas keputusan penghentian pencarian.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Satlantas Polres Sumba Barat Daya Anjangsana ke Kediaman Mantan Kasat Lantas Pertama

Nusantara

Dukung Penanganan Kasus Pada Anak, GMNI Temui Kapolres Sumba Barat

Nusantara

Pelaku Pencurian di Sumba Barat Daya Diamankan Polisi

Nusantara

Kasus Penembakan Oleh Mahasiswa di Sumba Barat Daya Dilimpahkan ke Kejaksaan

Nusantara

Jadi Penadah, Anggota Polres Sumba Timur Jadi Tersangka Kasus Curnak

Nusantara

Korban Pelecehan Oleh Guru di Sumba Barat Dan Orang Tua Diberi Terapi Kesehatan Mental