Seorang Tukang di Kupang-NTT Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tempat Wisata Alam

Imanuel Lodja - Rabu, 09 Juli 2025 12:33 WIB
ist
Seorang Tukang di Kupang-NTT Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tempat Wisata Alam
digtara.com -Warga di Tempat Wisata Alam (TWA) Camplong, desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, NTT digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria dalam posisi gantung diri.

Sosok pria yang ditemukan tewas gantung diri ternyata adalah Mathias Ceunfin (59), seorang tukang yang juga warga RT 001/RW 002, Dusun I, Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Korban ditemukan pada Rabu (9/7/2025) pagi sekitar pukul pukul 06.00 Wita di lokasi TWA Camplong (kawasan hutan TWA)

Jenazah korban awalnya ditemukan dua mahasiswa Politeknik Kehutanan, Amel Umbu Rimang Biru (19) dan Arsepty Sandra Baitanu (20) melaksanakan kegiatan monitoring satwa dan pengukuran analisis vegetasi pohon di Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Pada saat di TWA Camplong, kedua mahasiswa ini melihat korban sementara tergantung di pohon.

Mereka langsung melaporkan ke polisi di Polsek Fatuleu, Polres Kupang untuk menurunkan korban.

Kapolsek Fatuleu, Iptu Markus Tameno langsung ke lokasi kejadian dan mengamankan tempat kejadian perkara.

Kapolsek juga menghubungi Inafis Polres Kupang dan pihak medis dari Puskesmas Camplong, Kabupaten Kupang.

Tim Inafis Polres Kupang bersama Kanit Pidum Reskrim Polres Kupang, Ipda Sutrisno ke lokasi kejadian melakukan olah TKP.

Petugas medis Puskesmas Camplong, Martho Boifala juga ke lokasi kejadian melakukan pemeriksaan medis.

Jenazah korban diturunkan dari pohon dan dilakukan pemeriksaan luar oleh Inafis dan tim medis Puskesmas Camplong.

Martha Selan (53), istri korban mengaku kalau korban pamit pada Senin (7/7/2025) dengan alasan hendak ke Kota Kupang menjenguk keluarga.

Pasca pergi dari rumah, korban tidak memberi kabar. Keluarga mengira korban masih berada di Kota Kupang.

Walau kaget dan syok dengan kejadian ini, istri dan anak-anak korban menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi.

Penolakan otopsi dan keikhlasan menerima kematian disampaikan pihak keluarga melalui surat pernyataan yang disampaikan kepada pihak kepolisian.

Kapolres Kupang, AKBP Rudy JJ Ledo melalui Kapolsek Fatuleu, Iptu Markus Tameno mengaku kalau pihaknya memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara di sekitar lokasi kejadian.

"Sejumlah pihak kita minta keterangan sebagai saksi. Keluarga juga ikhlas menerima kematian korban dan sudah membuat surat pernyataan penolakan otopsi," ujar Kapolsek dalam keterangannya pada Rabu (9/7/2025).

Korban juga dipastikan murni gantung diri dan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda

Nusantara

Berkas Perkara Adik Bunuh Kakak di Sikka-NTT P21, Tersangka Dilimpahkan ke Jaksa

Nusantara

Petani di Sikka-NTT Tewas Tertimpa Pohon Kemiri

Nusantara

Satu Gereja dan Belasan Rumah Warga di Bello-Kupang Rusak Berat Disapu Angin Kencang

Nusantara

Curhat Dengan Polisi, Warga Liliba Keluhan Judi Sabung Ayam, Miras dan Praktek Kumpul Kebo

Nusantara

Hari Kedua Pencarian, Nelayan di Alor-NTT Masih Belum Ditemukan