digtara.com -Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia tertimpa batu besar saat sedang mendulang emas.
Kejadian ini menimpa korban Erni Lemba Kamunggul (50), warga Laibila, Desa Karipi, Kecamatan Matawai La Pawu, Kabupaten Sumba Timur pada Senin (18/8/2025) siang.
Saat itu korban dan suaminya David Laki Ndima (53) sedang mendulang emas di sungai Lawundut, Desa Karipi, Kecamatan Matawai La Pawu, Kabupaten Sumba Timur.
Korban dan suaminya serta ipar korban, Martha Nandang (52) serta beberapa warga lainnya ke sungai Lawundut sejak Minggu (17/8/2025) petang untuk mendulang emas.
Mereka berada di sungai tersebut hingga Senin (18/8/2025).
Senin, 18 Agustus 2025 siang, suami korban David Laki Ndima dan ipar Marta Nandang yang saat itu juga sedang mendulang mendengar teriakan minta tolong dari korban pada jarak sekitar 10 meter.
David Laki Ndima dan Marta pun mendekat ke lokasi korban mendulang emas.
Keduanya kaget melihat korban sudah tertindih batu besar.
David mencoba menolong korban mengangkat batu tersebut, namun ia tidak mampu mengangkat sendirian karena batu tersebut besar dan berat.
Ia meminta tolong warga yang lain sehingga beberapa warga yang kebetulan juga melakukan aktivitas mendulang emas datang.
Warga yang saat itu juga berada di sungai tersebut menolong korban mengangkat batu besar tersebut
Batu yang menindih tubuh korban tersebut berhasil diangkat.
Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit karena saat itu korban masih bernafas.
Warga pun hendak membawa korban ke Puskesmas Tanarara, Kabupaten Sumba Timur guna mendapatkan bantuan medis.
Namun saat dalam perjalanan ke Puskesmas, korban meninggal dunia sehingga warga langsung membawa jenazah korban ke rumahnya di Laibila RT 10/RW.04, Desa Karipi, Kecamatan Matawai La Pawu.
Kepala Desa Karipi, Olvianus Ndawa Hamanay bersama warga ke Polsek Matawai La Pawu melaporkan kejadian tersebut
Kapolsek bersama anggota dan petugas medis mendatangi rumah korban dan memeriksa keadaan korban.
Polisi juga berkoordinasi dengan petugas medis Puskesmas Tanarara memeriksa kondisi korban dan pelaksanaan visum luar.
Dari hasil pemerikasaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Hanya ada luka memar pada tubuh korban akibat gesekan dan tertindih batu besar pada siku kiri, paha kiri, belakang kiri, pinggang kiri dan telinga kanan dan kiri korban mengeluarkan darah
Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan meyakini bahwa korban meninggal akibat tertindih batu besar.
Keluarga juyabmenolak untuk dilakukan otopsi pada korban.
Akses jalan ke lokasi kejadian pun cukup jauh. Untuk tiba di sungai tersebut, warga harus berjalan kaki sekitar empat kilometer.
Kondisi jalan juga cukup terjal dan ekstrim. Olah tempat kejadian perkara baru diagendakan pada Selasa (19/8/2025).
Kapolsek dan Camat Matawai La Pawu serta Pemerintah Desa Karipi sudah berulang kali menghimbau agar warga menghentikan kegiatan dulang emas di sungai tersebut.
Namun masih banyak warga yang tidak mengindahkan himbauan tersebut dan masih melakukan kegiatan dulang emas di sungai tersebut.
Kondisi di tempat pendulangan emas pun sangat berbahaya dan rawan terjadinya musibah seperti batu besar yang jatuh dari tebing
Korban diperkirakan meninggal karena tertindih batu besar yang terjatuh dari atas tebing di pinggiran sungai tersebut saat korban asyik mendulang emas.
Kapolres Sumba Timur, AKBP Dr Gede Harimbawan membenarkan kejadian ini.
"Keluarga menolak otopsi dan sudah membuat surat pernyataan. Aparat kepolisian sudah ke lokasi melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi," ujar Kapolres pada Selasa (19/8/2025).