Peduli Kesehatan Mental, Ketua Bhayangkari Polda NTT Gagas Penyediaan Ruang Bahagia di Polda NTT

Imanuel Lodja - Rabu, 10 September 2025 11:46 WIB
ist
Ketua Bhayangkari Daerah Polda NTT, Ny Villy Rudi Darmoko berbincang-bincang dengan Direktur Reskrimum Polda NTT Kombes Pol Patar Silalahi usai mengecek ruang dan fasilitasi pembentukan ruang bahagia untuk kesehatan mental

digtara.com -Ketua Bhayangkari Daerah Polda NTT, Ny Villy Rudi Darmoko memiliki kepedulian yang tinggi pada kesehatan mental anggota Polri dan masyarakat NTT.

Melalui Yayasan Kesehatan Mental Keluarga, Ny Villy Rudi Darmoko memberikan perhatian serius pada masalah kesehatan mental.

Selain aktif memberikan sosialisasi dan terapi kesehatan mental, Ny Villy juga menggagas penyediaan ruang bahagia bagi masyarakat dan anggota Polri.

"Kami sangat concern pada masalah kesehatan mental baik untuk anggota Polda dan untuk masyarakat," kata Ny Villy disela-sela memantau ruangan yang bakal menjadi ruang bahagia di Polda NTT, Selasa (9/9/2025) siang.

Untuk mewujudkan ide dan gagasan ini, Ny Villy berkomunikasi dengan Kapolda NTT, Irjen Pol Dr Rudi Darmoko dan Direktur Reskrimum Polda NTT, Kombes Pol Patar Silalahi untuk membuat ruang bahagia.

Ruang ini digagas untuk melakukan terapi terkait kesehatan mental bagi anggota Polri dan masyarakat.

Ia melihat kalau banyak kasus termasuk KDRT, pelecehan dan kekerasan seksual dan pemerkosaan serta kasus lain yang sering terjadi dan dilaporkan masyarakat.

Guna mewujudkan gagasan ini, Ny Villy pun sudah melatih para Polwan dari PPA Polda NTT serta Bagian Psikologi Biro SDM Polda NTT termasuk bhayangkari untuk memiliki kemampuan melakukan terapi penanganan pada para korban yang mengalami trauma baik trauma ringan ataupun berat.

Beberapa pengurus Bhayangkari Polda NTT yang merupakan istri pejabat utama Polda NTT sudah dilatih dan sudah bersertifikasi seperti istri Irwasda Polda NTT, istri Direktur Resnarkoba Polda NTT, istri Karo Logistik Polda NTT dan istri Kabid Dokkes Polda NTT.

"Kami sudah mensertifikasi ibu bhayangkari yakni ibu Irwasda, ibu Karo Logisik, Ibu Dirnarkoba dan Ibu Kabid Dokkes. Mereka mampu melakukan terapi pemulihan kesehatan mental," ujarnya.

Teknik yang dilakukan adalah Ultimate Spiritual Emotional Freedom Technique (USEFT) sebagai teknik yang menggabungkan akun pressure dengan sugesti positif.

Hal ini berangkat dari pemikiran bahwa ketika ada korban kekerasan seksual atau KDRT maka proses hukum dilakukan. Namun setelah proses hukum berjalan maka korban akan ditangani lebih lanjut. "Karena jika terjadi kasus kekerasan mungkin pelaku sudah dihukum tetapi recovery mental korban tidak serta merta akan memulihkan mental korban sehingga perlu pemulihan kesehatan mental," tambah Ny Villy.

Untuk itu Polda NTT berinisiatif membuat ruang bahagia yakni ruang untuk memulihkan kebahagiaan dari para korban.

Layanan ini tidak hanya terpaku pada korban saja tetapi juga bagi anggota yang malas berdinas bisa diterapi.

"Kadang orang tunggu gila atau stres dulu atau depresi. Kami di yayasan kesehatan mental keluarga ingin meningkatkan aware atau kesadaran masyarakat terkait kesehatan mental bahwa malas-malasan dan menunda pekerjaan atau kurang bersemangat juga merupakan hal yang perlu ditangani dengan teknik tertentu yang bisa merecovery mental mereka.

Penyiapan ruang bahagia ini secepatnya akan dilakukan dan saat ini masih memperbaiki dan melengkapi kebutuhan dan penyediaan personil .

Dari langkah awal yang sudah dilakukan, ada beberapa Polwan yang sudah pernah ditangani karena mengalami permasalahan keluarga dan KDRT.

"Mereka diterapi dan malah sekarang mereka rajin melakukan terapi kepada orang lain di lingkungan sekitarnya," tambahnya.


Hal ini sebagai terobosan bagaimana polisi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sehingga kebermanfaatnya jauh lebih terasa dan lebih luas.

"Polisi tidak hanya menyelesaikan pekerjaan di kantor tetapi anggota juga menyelesaikan permasalahan di lingkungan sekitar," tandas Ny Villy.

Pemulihan yang dilakukan di ruang bahagia fokus pada korban-korban tetapi tidak menutup kesempatan kepada seluruh anggota Polri dan keluarga anggota Polri dan masyarakat yang membutuhkan penanganan.

Disebutkan bahwa masyarakat walaupun tidak mengalami kasus tetapi ketika mereka mengalami permasalahan, depresi atau tidak percaya diri maka bisa juga ditangani. "kami membantu menumbuhkan semangat dan kesehatan mental," ujarnya.

Beberapa kasus yang ditangani seperti ada yang putus kuliah dan dibully sehingga tidak nyaman, tidak percaya diri dan tidak bersemangat melanjutkan kuliah.

Namun setelah diterapi kembali optimis dan semangat lagi untuk melakukan tugas dan menyelesaikan kuliahnya.

Khusus untuk persoalan hukum bagi korban kekerasan atau KDRT, walau pelaku sudah dihukum namun luka batin korban belum sembuh dan kepercayaan diri masih belum pulih, bahkan tetap depresi sehingga semangat hidup harus dikembalikan.

"Klinik bahagia punya teknik yang powerfull dan efeknya permanen," tandas Ny. Villy.

USEFT sendiri merupakan metode pembebasan emosi yang menggabungkan elemen spiritual dengan teknik tapping atau ketukan ringan pada titik-titik meridian tubuh.

Metode ini terbukti efektif dalam membantu individu mengatasi gangguan emosional seperti stres, kecemasan, insomnia, hingga trauma psikis lainnya.


Tag:

Berita Terkait

Nusantara

NTT Jadi Lumbung Jagung Nasional, Kapolda NTT Pimpin Panen Raya Jagung Kuartal IV 2025

Nusantara

Didukung ICITAP, Polda NTT dan Lembaga Terkait Bahas masalah TPPO di NTT

Nusantara

Pimpin Sertijab PJU dan Dua Kapolres, Kapolda NTT Juga Lantik Kombes Nova Irone Surentu Jadi Direktur PPA Dan PPO

Nusantara

Dari Sumsel, Maluku, NTT Dan Maluku Utara, Brigjen Pol Murry Mirranda 'Jenderal Pegiat Sosial' Kini Menyandang Bintang Satu di Bangka Belitung

Nusantara

Penyandang Disabilitas di Manggarai Timur Dapat Bantuan dari Kapolda NTT

Nusantara

Kerja Tak Kenal Lelah, Kapolda NTT Apresiasi Tim SAR Gabungan Dalam Pencarian Korban Kapal Tenggelam