digtara.com -Situasi keamanan pasca insiden tawuran antar warga pada Rabu (17/9/2025) lalu berangsur pulih dan kondusif.
"Situasi keamanan secara umum sudah kondusif," ujar Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari dalam keteranganya pada Jumat (19/9/2025).
Kapolres menegaskan kalau situasi dapat dikendalikan dengan baik pasca tawuran antar warga.
"Polres Alor di back up Brimob Polda NTT dan Kodim 1622/Alor telah berhasil menguasai dan membubarkan aksi serang antar warga," ujar Kapolres.
Selama tawuran, hanya ada tujuh orang terluka. Empat orang mengalami luka memar dan sudah kembali ke rumah.
Selain itu ada dua orang warga yang menonton tawuran terkena panah Ambon dan sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit.
Sementara satu anggota Brimob terkena panah saat membubarkan massa namun sudah membaik dan sudah pulang ke rumah.
Dalam penanganan perkara dan insiden ini, sejumlah kebijakan diambil Kapolres Alor.
"Ada beberapa kebijakan yang diambil dan mungkin ada plus dan minusnya, namun sudah dipertimbangkan melalui diskusi agar ada keseimbangan dan situasi dapat segera dipulihkan," tambah Kapolres.
Ia berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Alor menjaga kondisi keamanan di Kabupaten Alor.
"Mohon dukungan masyarakat Alor," harap Kapolres
Terkait dengan kegiatan pertandingan tinju piala gubernur NTT I tahun 2025 yang digelar di Kabupaten Alor sejak Kamis (18/9/2025), Kapolres pun berharap dukungan penuh warga masyarakat.
"Mari sama-sama kita sukseskan turnamen tinju piala gubernur NTT yang dibuka wakil gubernur NTT ini," tandas Kapolres.
Ia pun mengajak masyarakat merawat perdamaian agar perhelatan kejuaraan tinju dapat membawa nama baik masyarakat Alor dan NTT.
"Dengan semboyan 'taramititominuku' yakni berbeda tapi satu kita perteguh persatuan dan kesatuan diantara kita," tandas Kapolres Alor.
Pada Rabu 17 September 2025 lalu sempat terjadi tawuran antara Kampung Welai dan Wetabua.
Kedua belah pihak berhasil dipukul mundur oleh aparat keamanan Brimob, Polres Alor dan TNI.