digtara.com -Polres Sumba Barat dan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kepolisian.
Upaya tersebut diawali dengan sosialisasi bidang
pendidikan bersama jajaran Polres
Sumba Barat di aula Polres
Sumba Barat, akhir pekan lalu diikuti oleh sekitar 100 personel.
Kegiatan ini dipimpin Kapolres Sumba Barat, AKBP Yohanis Nisa Pewali dihadiri Rektor Undana Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si., Dr. Dominggus Ossa, dan Marlon Nubatoni, M.Si..
Hadir pula Wakapolres, Kompol Cecep Ipnu Ahmadi serta para pejabat utama Polres Sumba Barat.
Baca Juga: 13 Anak Penghuni LPKA Kupang Ditabiskan Jadi Anggota Sidi Kapolres
Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali mengapresiasi kehadiran Undana dan menyambut baik kerjasama di bidang
pendidikan tersebut.
"Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik untuk membuka kesempatan bagi personel maupun keluarga besar Polres Sumba Barat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," ujar Kapolres.
Kapolres menekankan bahwa pendidikan bukan hanya penting untuk pengembangan karier, tetapi juga menjadi modal dasar dalam membangun karakter dan profesionalisme anggota Polri.
Rektor Undana Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc. menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan wujud kolaborasi dunia
pendidikan dan institusi kepolisian dalam membangun sumber daya manusia unggul di NTT.
"Peningkatan pendidikan bagi aparat kepolisian sangat penting untuk memperkuat kualitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas," jelas Rektor.
Ia juga menegaskan bahwa Undana membuka kesempatan luas bagi anggota Polri untuk melanjutkan studi S1, S2, maupun S3 di berbagai program unggulan universitas tersebut.
Baca Juga: Polres Sumba Barat Daya Tahan Pria Tersangka Pelecehan Sesama Jenis Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si. menambahkan bahwa Undana memiliki program Komisi Pembelajaran Lampau (KPL) yang memungkinkan percepatan masa studi bagi anggota Polri berdasarkan pengakuan terhadap pengalaman kerja dan pelatihan yang telah ditempuh.
"Program ini memberi kesempatan bagi anggota Polri untuk tetap bisa belajar tanpa meninggalkan tugas pokoknya, melalui sistem pembelajaran yang fleksibel dan terintegrasi," ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar mekanisme pendaftaran dan jalur kuliah bagi aparat kepolisian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak anggota Polri dan keluarganya yang terdorong untuk menempuh
pendidikan tinggi.