digtara.com -Kasus pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur terjadi lagi di Kabupaten Flores Timur, NTT.
ARK (17), gadis yang tinggal di Kabupaten
Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), diperkosa HBM alias Husen, ayah dari salah satu temannya.
ARK diperkosa di tiga tempat berbeda sepanjang Mei hingga Juni 2025. Kasus pemerkosaan ini tengah ditangani Kepolisian Resor (Polres) Flores Timur berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/263/X/2025/SPKT/Polres Flores Timur/Polda Nusa Tenggara Timur, tanggal 8 Oktober 2025.
"Kasusnya dilaporkan KAK ke Polres Flores Timur beberapa waktu lalu," ujar Kasat Reskrim Polres Flores Timur, Iptu Edi Purnomo pada Rabu (5/11/2025).
Baca Juga: Polres TTU Petakan dan Antisipasi Wilayah Rawan Bencana Pemerkosaan pertama terjadi di semak belukar di belakang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Santo Fransiskus Asisi Larantuka.
Kejadian kedua di samping ruangan incenerator RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka.
Sementara kejadian ketiga di dalam kamar rumah terduga pelaku HBM di wilayah Kelurahan Ekasapta, Larantuka.
Kejadian bermula pada Mei 2025 saat korban ARK menerima panggilan telepon dari HBM menggunakan nomor baru.
Karena ARK tidak bisa membaca dan menulis, ARK lalu meminta kerabatnya, Ratna untuk menyimpan nomor tersebut di kontak handphone miliknya dengan nama 'orang'.
Beberapa hari kemudian, HBM menelpon ARK untuk menemuinya di dekat bekas bangunan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Larantuka.
Baca Juga: Anggota Polri Penganiaya Warga Ende Diamankan Di Polda NTT, Polda NTT Pastikan Dua Pekan Kedepan Sudah Digelar Sidang Kode Etik Dari situ, ARK kemudian mengetahui kalau yang menelpon dirinya selama ini adalah HBM, orang tua dari temannya, April.
Saat tiba di dekat bekas bangunan Rutan Kelas IIB Larantuka, HBM menyuruh ARK ikut bersamanya naik sepeda motor.
HBM kemudian membawa ARK ke semak-semak belakang sekolah SMAK Fransiskus Asisi Larantuka.
Setelah tiba di lokasi tersebut, HBM membuka celana ARK lalu menyetubuhinya.
Usai menyetubuhi korban di semak-semak belakang sekolah SMK Fransiskus Asisi Larantuka, HBM kembali mengantarkan ARK ke bekas bangunan Rutan Kelas IIB Larantuka.
Pemerkosaan itu kembali terulang beberapa hari kemudian.
HBM memerkosa ARK di ruang incinerator Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Larantuka. Pemerkosaan juga dilakukan di kamar rumah HBM.
Kasus pemerkosaan itu terungkap setelah korban ARK berada di Sukabumi, Jawa Barat.
Baca Juga: Polres TTU Petakan dan Antisipasi Wilayah Rawan Bencana
Kedua orang tua ARK curiga karena anak mereka sering mual dan hilang nafsu makan.
Ibu korban, DMP khawatir dengan kondisi anaknya sehingga membawa korban ke Puskesmas.
Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya ARK tidak perawan lagi. Sepulang dari Puskesmas, DMP menginterogasi anaknya.
"Korban menceritakan semua yang dialaminya dan menyebut yang menjadi terduga pelaku adalah HBM. Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian itu ke SPKT Polres
Flores Timur agar diproses sesuai hukum yang berlaku," ujar Kasat.
Ia menyebutkan kalau kasus pemerkosaan ini sudah naik status dari penyelidikan ke penyidikan.
Polisi berencana menetapkan terduga pelaku yang juga staf di salah satu kantor penegakan hukum sebagai tersangka.
Baca Juga: Anggota Polri Penganiaya Warga Ende Diamankan Di Polda NTT, Polda NTT Pastikan Dua Pekan Kedepan Sudah Digelar Sidang Kode Etik Polisi juga sudah mengirim surat pemberitahuan dimulainya penyidikan ke Kejaksaan Negeri (Kejari)
Flores Timur.
Pemberkasan kasus itu juga tengah disusun untuk diteliti jaksa Kejari Flores Timur.
"Pemerkosaannya sekitar bulan Mei 2025 sampai dengan bulan juni 2025 oleh terduga pelaku HBM dan sudah berulang kali," ujar Kasat.