Masalah Miras dan Kasus Kriminal Masih Menjadi Isu Utama Dialog Kapolres Alor dan Warga

Imanuel Lodja - Senin, 17 November 2025 15:22 WIB
ist
Kapolres Alor dan beberapa perwira berdialog dengan warga membahas berbagai persoalan Kamtibmas

digtara.com -Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari kembali membangun ruang dialog dengan warga dalam kegiatan Jumat Curhat akhir pekan lalu.

Kegiatan ini dilakukan bersama masyarakat Kelurahan Mutiara, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, di Aula Kantor Kelurahan Mutiara dengan mengusung tema "Menuju Indonesia Emas: Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan."

Turut hadir Wakapolres Alor, Kompol Jeri Samzon Puling, Kasat Binmas, AKP Ferdinand Yalla, Kasat Lantas, Iptu Muhammad Aris Salama, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, ketua RT dan RW, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Mutiara. Lurah Mutiara, Jeremias Imanuel Maitia dan Ketua LPM Yefta Djahasana.

Kapolres Alor menegaskan bahwa Jumat Curhat merupakan kegiatan rutin kepolisian untuk mendengar langsung keluhan masyarakat terkait situasi kamtibmas.

Baca Juga: Ditegur Karena Mabuk Miras, Pria di Manggarai Malah Aniaya Pacar Hingga Babak Belur

Ia menekankan bahwa kehadiran kepolisian merupakan bukti kepedulian terhadap keamanan daerah, sekaligus upaya mencegah konflik antar kampung.

Kapolres juga menjelaskan bahwa selain Jumat Curhat, Polres Alor secara rutin melaksanakan kegiatan Minggu Kasih yang memiliki tujuan serupa, yaitu mendengarkan aspirasi warga.

Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Alor dalam beberapa minggu ini sudah mulai kondusif, itu merupakan salah satu dampak dari kegiatan razia Miras secara terus menerus baik yang turun dari kapal maupun ke kios-kios dengan hasil ribuan liter Miras disita dan diamankan.

Saat ini Miras di Alor sudah mulai langka dan masyarakat sudah sulit mendapatkannya, hal itu berdampak sudah situasi mulai aman.

Selanjutnya mengingatkan masyarakat mengenai Operasi Zebra yang akan berlangsung pada 17–30 November 2025 dan menghimbau agar seluruh pengendara melengkapi kelengkapan kendaraannya.

Dalam sesi dialog, berbagai keluhan dan masukan disampaikan warga kepada Kapolres dan jajarannya.

Baca Juga: Gara-gara Miras, Dua Pemuda di Kupang Dikeroyok Tujuh Pemuda di Tempat Pesta

Tokoh perempuan, Maria Tangasa, menyampaikan keresahan mengenai konsumsi miras yang tidak hanya dilakukan pemuda tetapi juga ASN.

Maria memberikan dukungan kepada Polres Alor untuk terus berantas Miras sampai habis. "kita ketahui bersama setelah Polres sering razia Miras maka tawuran sudah mulai reda," ujarnya.

Mengenai pelaksanaan Tilang kepada pengendara kendaraan, ia berharap harus ditindak tegas semua tanpa tebang pilih.

Ketua RT 012 Kelurahan Mutiara, Aris Salamau mengapresiasi upaya kepolisian dalam menekan peredaran miras sehingga Alor saat ini sudah mulai aman.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan, sebaiknya masyarakat harus diajak secara bersama-sama melaksanakan bakti sosial membersihkan parit dan selokan agar nanti pada saat hujan deras tidak menyebabkan terjadinya banjir.

Masukan serupa datang dari Viktor Hinadang yang meminta patroli malam diperbanyak untuk mencegah aktivitas pemuda yang sering berkumpul hingga larut malam.

Baca Juga: Mabuk Miras, 10 Pemuda di Maulafa-Kupang Diamankan Polisi

Sementara itu, Agustinus Kaibara alias Kuman menyampaikan harapan agar pihak kepolisian dapat mendorong pemerintah membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda sebagai upaya pencegahan kenakalan remaja.


Warga lainnya, Wati Makoni, meminta agar patroli gabungan TNI/Polri dan Satpol PP kembali diintensifkan untuk mengatasi tawuran.

Permintaan tambahan datang dari Orce Lona yang berharap Polisi dapat hadir dalam kegiatan pesta maupun kedukaan guna memberikan himbauan langsung, sekaligus meminta patroli rutin di wilayah Beldang yang sering terganggu oleh konsumsi miras dan aktivitas karaoke malam hari.

Menanggapi seluruh keluhan tersebut, Kapolres Alor menegaskan komitmen Polres Alor dalam menertibkan konsumsi miras, termasuk di internal Kepolisian.

Ia mengungkapkan bahwa anggota yang kedapatan mengonsumsi miras telah diberi peringatan keras dan ancaman pemecatan sesuai instruksi Kapolda NTT.

Baca Juga: Ditegur Karena Mabuk Miras, Pria di Manggarai Malah Aniaya Pacar Hingga Babak Belur

Terkait ASN yang mengkonsumsi miras, Kapolres menyatakan akan berkoordinasi langsung dengan Bupati Alor serta memerintahkan pendataan pegawai yang terlibat.

Ia juga memastikan bahwa penertiban terhadap sopi kiser dan moke akan terus dilakukan dengan dukungan masyarakat.

Kapolres menambahkan bahwa Polres Alor akan meningkatkan patroli di wilayah-wilayah rawan seperti Jembatan Hitam dan Beldang.

Terkait lapangan pekerjaan, Kapolres menyampaikan bahwa ia akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari jalan keluar terbaik bagi para pemuda yang membutuhkan pekerjaan.

Ia turut menegaskan bahwa patroli gabungan TNI/Polri masih berjalan, sementara Satpol PP akan dilibatkan kembali melalui koordinasi resmi.

Kasat Lantas Polres Alor, Iptu Muhammad Aris Salama menambahkan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan tebang pilih dalam penindakan tilang.

Baca Juga: Gara-gara Miras, Dua Pemuda di Kupang Dikeroyok Tujuh Pemuda di Tempat Pesta

Kendala yang terjadi lebih berkaitan dengan keterbatasan personil. Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen kendaraan di Alor berstatus tidak lengkap atau "bodong", sehingga penindakan dalam Operasi Zebra kedepan akan difokuskan pada helm, SIM, dan kelengkapan kendaraan.

Wakapolres Alor turut mempertegas bahwa tidak ada pengecualian dalam penindakan tilang, termasuk bagi keluarga anggota kepolisian.

Ia juga menyoroti kurangnya pengawasan orang tua sebagai salah satu penyebab meningkatnya tawuran antar pemuda.

Warga berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan sebagai ruang komunikasi langsung antara masyarakat dan kepolisian demi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Video Konsumsi Miras di Ruang Rawat Inap Puskesmas Viral, Empat Pemuda di Amarasi-Kupang Minta Maaf

Nusantara

Miras Jadi Pemicu Aksi Kekerasan Berujung Kematian Satu Warga di Kabupaten Malaka

Nusantara

Hadiri Perayaan Natal di GKII Welai, Kapolres Alor Sampaikan Sejumlah Pesan Kamtibmas

Nusantara

Polres Alor Fasilitasi Penyelesaian Pemasangan Daun Pada Pintu Gereja dan Kantor Desa

Nusantara

Didominasi Konsumsi Miras, 346 Orang NTT Meninggal Akibat Lakalantas

Nusantara

Begini Penjelasan Kapolres Alor Terkait Insiden Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi