digtara.com -Sebanyak 1.341 orang mengikuti seleksi penerimaan Bintara Polri TA 2026 Panda Polda NTT.
Jumlah ini meningkat drastis atau mengalami kenaikan 148 persen.
Data dari panitia daerah Polda NTT, animo peserta penerimaan Bintara Brimob TA 2026 Polda NTT hingga Rabu (19/11/2025) yang mendaftar secara online sebanyak 1.770 pria.
Peserta yang terverifikasi administrasi sebanyak 1.341 orang pria. Dibandingkan dengan penerimaan terpadu seleksi Bintara Brimob TA 2025 sebanyak 714 pria atau mengalami kenaikan 148 persen dan menunjukkan peningkatan animo yang luar biasa dalam seleksi ini.
Baca Juga: Polisi Penganiaya Siswa SPN Polda NTT Dipecat, Perekam Video Dihukum Demosi Proses penerimaan diawali dengan pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas di aula Rupatama lantai III
Polda NTT pada Rabu (19/11/2025) siang.
Kegiatan ini dipimpin Wakapolda NTT, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo didampingi Irwasda, Kombes Pol Murry Miranda dan Karo SDM, Kombes Pol H. Juli Agung Pramono.
Wakapolda NTT saat pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas mengingatkan kalau proses seleksi berpegang pada prinsip BeTAH yakni Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis serta clean and clear.
"Ini merupakan komitmen moral untuk mewujudkan tata kelola seleksi yang BeTAH dan bebas dari KKN," ujar Wakapolda NTT.
Diharapkan seleksi akan mendapatkan calon Bintara Brimob Polri yang berintegritas, disiplin, bermental tangguh, loyalitas serta siap mengabdikan diri demi bangsa dan negara.
Rekrutmen Bintara Brimob, lanjut Wakapolda NTT merupakan salah satu program fundamental mendukung program Asa Cita Presiden guna memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru.
Baca Juga: Propam Polda NTT Periksa Disiplin Anggota, Tes Urine Dan Cek Aplikasi Judol di Sumba Barat Tahapan seleksi dilaksanakan sejak 10 November hingga 23 Desember 2025 dimulai dari pendaftaran online dan verifikasi.
Selanjutnya pemeriksaan administrasi awal, kesehatan tahap I, CAT psikologi tahap I.
Kemudian EKG, ujian jasmani dan antropometri, sidang menuju pemeriksaan kesehatan II, pemeriksaan kesehatan tahap II, tes psikologi tahap II dan penelusuran Mental Kepribadian (PMK), pemeriksaan administrasi akhir dan sidang akhir kelulusan.
Diingatkan kalau proses seleksi menggunakan metode one day service karena peserta dapat mengetahui hasil seleksi di hari yang sama.
Dalam proses seleksi,
Polda NTT juga bekerjasama dengan berbagai pihak sebagai pengawas yakni SIEJ, IDI, Himpsi, Dispora, LLDIKTI, Disdikbud, Dis Dukcapil, UPT Metrologi, BNPT dan BNN.
Selain itu juga melibatkan pengawas internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda NTT.
Pelibatan ini untuk menjamin proses seleksi yang BeTAH.
Baca Juga: Polisi Penganiaya Siswa SPN Polda NTT Dipecat, Perekam Video Dihukum Demosi "Oleh karena itu saya berharap para peserta mempersiapkan diri dengan maksimal," ujar Wakapolda NTT.
Wakapolda menegaskan kepada orang tua, wali dan peserta untuk tidak percaya dengan bujuk rayu orang yang menjanjikan kelulusan atau calo karena semua hasil diperoleh atas usaha dari peserta.
"Laporkan setiap pelanggaran yang ditemukan kepada panitia atau pengawas internal," ujar Wakapolda NTT.
Peserta diminta menghindari perbuatan yang merugikan seperti asusila, tindak pidana dan kecelakaan lalu lintas.
Panitia seleksi diminta memegang teguh prinsip BeTAH serta clear and clean, jujur dan tidak KKN.
Bagi pengawas internal, Wakapolda NTT berharap agar pelaksanaan seleksi diawasi dengan ketat sesuai aturan yang sudah ditetapkan dengan memberdayakan tim konseling untuk untuk peserta pada setiap tahapan seleksi.
Baca Juga: Propam Polda NTT Periksa Disiplin Anggota, Tes Urine Dan Cek Aplikasi Judol di Sumba Barat
Wakapolda juga berpesan pada orang tua/wali bahwa masuk polisi tidak dipungut biaya.
"Oleh karena itu hindari segala bentuk korupsi dan nepotisme," tegas Wakapolda NTT.
Orang tua juga diingatkan jangan percaya pada oknum-oknum yang menjanjikan dapat meluluskan peserta dengan mengatasnamakan panitia seleksi penerimaan.
"Selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berikan motivasi serta tanamkan semangat kepada putra bapak/ibu agar dapat mengikuti seleksi sesuai prosedur dam aturan," ujarnya.