digtara.com -Albert Uly (67), pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sabu Raijua, NTT ditemukan meninggal dengan kondisi membusuk.
Korban ditemukan dalam rumahnya di RT 04/RW 02, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten
Sabu Raijua pada Sabtu (22/11/2025).
Saat ditemukan, seluruh tubuh korban sudah dipenuhi belatung/ulat dan mengeluarkan bau kurang sedap.
Korban pertama kali ditemukan oleh Mea Uly (43), yang juga tetangga korban.
Baca Juga: Kepala Desa dan Bendahara Desa di Kabupaten Sabu Raijua Selewengkan Dana Desa Kebetulan pada Sabtu pagi, Mea melihat seekor kambing milii korban yang diikat di depan rumah terlilit dan sudah dalam keadaan mati serta menimbulkan bau busuk.
Mea kemudian memberitahukan ke suaminya untuk mengecek pemilik kambing (korban) di rumahnya.
Mea, suaminya dan adik ipar menuju ke rumah korban untuk mengecek keberadaan korban karena sudah hampir empat hari korban tidak datang mengecek kambingnya yang diikat di rumah mereka.
Saat tiba di rumah korban, pintu dan jendela dalam keadaan tertutup dan tercium aroma bau bangkai di sekitar rumah.
Kemudian Mea dan suaminya kembali ke rumah dan mengajak kerabat lain untuk bersama-sama ke rumah korban.
Mereka mengecek keadaan korban. Saat tiba di lokasi rumah korban, rumah dalam keadaan terkunci dan beraroma bau bangkai dari kambing di rumah korban karena ada kambing yang mati.
Baca Juga: Polisi di Sabu Raijua Bongkar Lokasi Judi Sabung Ayam Mea memanggil tetangga depan rumah, Pilus Ly Dali (46) untuk membantu membuka rumah korban untuk mengecek keadaan korban.
Setelah jendela terbuka, mereka masuk ke rumah dan melihat korban sudah dalam keadaan kaku dengan wajah dan seluruh tubuh sudah dipenuhi belatung/ulat.
Polisi kemudian meminta bantuan tim medis dipimpin dr Julio untuk visum dan pemeriksaan luar.
Kasat Reskrim Polres
Sabu Raijua, Iptu Deflorintus M. Wee mengakui kalau hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh dr. Julio bahwa tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban
"Tidak ada tanda kekerasan baik kekerasan benda tumpul maupun benda tajam pada tubuh korban," ujar Kasat pada Senin (24/11/2025).
Baca Juga: Cita-cita Jadi Perawat Pupus Gara-gara Dihamili Paman Kandung
Korban diduga meninggal dunia karena serangan jantung.
Korban juga sebelumnya terkena strum/sengatan arus listrik karena di bagian tangan dan dada korban terdapat kehitaman seperti bekas terbakar.
"Korban diduga meninggal kurang lebih empat hari sebelum ditemukan," tandas Kasat.
Pihak keluarga korban menerima kematian korban sebagai musibah dan tidak mau untuk diproses hukum.
Baca Juga: Kepala Desa dan Bendahara Desa di Kabupaten Sabu Raijua Selewengkan Dana Desa "bahwa pihak keluarga sudah membuat surat penolakan otopsi sehingga jenazah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," tandas Kasat.