digtara.com -Penyidik Reskrim Polsek Kota Lama memeriksa dan meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait kematian teknisi pada Hotel Aston Kupang.
Para saksi yang sudah diperiksa yakni sejumlah rekan korban yang bersama korban saat kejadian.
"Kemarin malam periksa tiga orang yang ikut bersama korban kerja (memperbaiki bak air)," ujar Kapolsek Kota Lama, AKP Rahmat Hidayat didampingi Kanit Reskrim, Iptu Arifin A di Polsek Kota Lama, Senin (24/11/2025).
Tiga rekan korban yang diperiksa masing-masing Erwin Ndoen (32), Inyo Nenolake (43) dan Djumawa (58).
Baca Juga: Dua Pemuda Pelaku Pengeroyokan di Kupang Diamankan Tim Serigala Polsek Kota Lama Korban dan tiga rekannya saat itu hendak memperbaiki aliran air dari bak utama yang akan mengaliri air ke kamar hotel pada pukul 01.00 wita.
Selain memeriksa sejumlah saksi, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti.
Polisi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kejadian.
Reynaldi Martino Manu Ola (25), seorang teknisi meninggal saat memperbaiki aliran air pada hotel Aston Kupang.
Korban memperbaiki aliran air pada bak air di lantai 18 Hotel Aston Kupang pada Sabtu (22/11/2025) subuh sekitar pukul 02.00 wita.
Korban dan rekannya Erwin Ndoen (32), Inyo Nenolake (43) dan Djumawa (58) hendak memperbaiki aliran air dari bak utama yang akan mengaliri air ke kamar hotel.
Baca Juga: Teknisi Ditemukan Meninggal Kena Aliran Listrik dalam Bak di Hotel Aston Kupang Sekitar pukul 01.00 Wita mereka mulai bekerja karena ada kran bak air penampungan rusak.
Erwin dan korban turun bersama-sama ke dalam bak air penampungan yang dibuat secara petak-petak. Sememyara Inyo dan Djumawa menunggu di atas bak.
Erwin mengerjakan pada salah satu petak bak, sedangkan korban mengerjakan di salah satu petak bak air tersebut.
Selesai memperbaiki, Erwin naik ke atas dan memanggil korban namun korban tidak menjawabnya. sehingga Erwin berdiri di sisi bak dan melihat korban sudah mengambang di tengah air dalam bak.
Erwin pun meminta bantuan Inyo dam Djumawa dan melaporkan kepada security.
Security bersama Erwin, Inyo dan Djumawa langsung turun ke dalam bak air penampungan mengevakuasi korban dari dalam air dengan kondisi sudah tidak bergerak.
Baca Juga: Razia Malam Minggu, Polsek Kota Lama Gerebek Industri Miras Rumahan
Mereka membawa korban menggunakan mobil milik Inyo ke rumah sakit Umum Daerah SK Lerik Kota Kupang untuk bantuan medis.
Namun untuk kepentingan visum luar maka jenazah korban dibawa ke RSB Titus Uly Kupang.
Jenazah korban pun divisum tim medis dipimpin dr. Edwin Tambunan.
Ada luka lecet pada bahu kanan seperti luka bakar akibat terkena arus listrik. Lengan tangan dan kiri juga mengalami luka gores
Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim medis ditemukan bekas goresan pada tangan kanan dan kiri bagian dalam diduga tersentuh aliran listrik namun belum bisa dipastikan.
Baca Juga: Dua Pemuda Pelaku Pengeroyokan di Kupang Diamankan Tim Serigala Polsek Kota Lama
Korban diduga kena storm di dalam bak air pada saat mengerjakan kran air yang rusak.
Dalam bak tersebut masih terdapat air setinggi kurang lebih satu meter sehingga pada saat kerja dengan mudah korban terkena arus listrik.
Keluarga menolak dilakukan otopsi sehingga jenazah korban langsung dibawa keluarga ke rumah duka di RT 12/RW 05, Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang.
Korban yang juga anak kedua dari lima bersaudara sudah beberapa tahun bekerja sebagai teknisi di
Hotel Aston Kupang.