digtara.com -Banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, semakin meluas. Setelah sebelumnya merendam puluhan rumah di Lingkungan I, Kelurahan Rianiate, kini banjir kembali menggenangi sekitar seratusan rumah di kawasan Sibara-bara, Dusun 2 Pardomuan dan Dusun 3 Setia Baru, Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur.
Pelaksana Tugas Kepala Desa Simataniari, Hasian Harahap, mengatakan sebanyak 160 kepala keluarga terdampak
banjir dengan ketinggian air bervariasi hingga mencapai satu meter.
"Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Sangkunur sejak pukul 06.30 WIB. Selain rumah warga, sekitar lima hektare lahan pertanian dan perkebunan juga terendam," katanya, melansir Antara, Senin (24/11/2025).
Meski belum ada laporan korban maupun warga yang mengungsi, aktivitas pendidikan di desa tersebut terhenti. "Anak-anak sekolah terpaksa diliburkan karena gedung sekolah turut terendam," ujarnya.
Baca Juga: Masyarakat NTT Dihimbau Waspadai Cuaca Ekstrem Dampak Bibit Siklon 97 Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tapsel, Julkarnain Siregar, menyebut sekitar 86 rumah di Lingkungan I, Kelurahan Rianiate terdampak
banjir. Untuk wilayah Simataniari, pihaknya masih memverifikasi laporan lima rumah terdampak tambahan.
"Kami terus melakukan monitoring dan pendataan. Pemkab Tapsel mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada mengingat cuaca saat ini cukup ekstrem," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala BMKG Wilayah I Sumatera Utara, Hendra Nugroho, telah memperingatkan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 22–27 November 2025.
BMKG juga mengimbau masyarakat di sejumlah daerah termasuk
Tapanuli Selatan untuk mewaspadai
banjir,
banjir bandang, dan ancaman longsor, terutama di daerah rawan dan sepanjang aliran sungai.