digtara.com -Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan kesiapan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra. Namun, pengiriman bantuan masih menunggu persetujuan resmi dari Pemerintah Indonesia.
Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, menegaskan bahwa pihaknya akan langsung mengirimkan
bantuan jika Indonesia membuka diri terhadap dukungan internasional.
"Mereka hanya perlu mengatakan bahwa Indonesia terbuka untuk upaya internasional. Jika itu disampaikan, kami akan menjadi yang pertama menanggapi," ujar Al Dhaheri dalam temu media di Jakarta, Sabtu (6/12/2025), dikutip dari Antara.
Menurutnya, UEA telah berkomunikasi dengan pihak kabinet dan mendapat instruksi untuk berkonsultasi dengan Kementerian Luar Negeri RI terkait mekanisme bantuan. UEA juga memahami bahwa pemerintah pusat belum menetapkan status bencana ini sebagai keadaan darurat nasional.
Baca Juga: Update Korban Bencana Sumatera 7 Desember 2025: 916 Meninggal, 274 Orang Hilang Dubes Al Dhaheri mengungkapkan bahwa UEA memiliki hubungan baik dengan pemerintah daerah dan siap berkonsultasi langsung dengan provinsi-provinsi terdampak.
Pemerintah Indonesia Putuskan Tangani Bencana Secara Mandiri
Di saat tawaran bantuan internasional berdatangan, pemerintah Indonesia menegaskan masih mampu menangani bencana secara mandiri.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyatakan bahwa pemerintah belum memerlukan
bantuan dari negara sahabat, meskipun menghargai setiap bentuk kepedulian.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga memastikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) cukup untuk menangani bencana.
"Untuk sementara ini belum. Meskipun kami menyampaikan terima kasih karena banyak sekali atensi dari negara sahabat, pemerintah masih sanggup mengatasi seluruh permasalahan," ujar Prasetyo.
Baca Juga: Pemuda ICMI: Pemerintah Harus Segera Menetapkan Banjir dan Longsor Sumatera sebagai Bencana Nasional Ia menambahkan bahwa Dana Siap Pakai pemerintah berada di kisaran Rp500 miliar, dan Presiden telah memberi instruksi bahwa anggaran dapat ditambah apabila diperlukan.
Gubernur Aceh Khawatir Korban Meninggal karena Kelaparan
Di lapangan, kondisi justru semakin memprihatinkan. Jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 914 jiwa hingga Sabtu sore, 6 Desember 2025. Angka ini bertambah 47 jiwa dari hari sebelumnya.
Rinciannya:
Aceh: 359 jiwaSumatera Utara: 329 jiwaSumatera Barat: 226 jiwaSementara itu, korban hilang tercatat sebanyak 389 orang, turun dari 521 orang setelah beberapa ditemukan selamat.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengungkapkan kekhawatiran bahwa banyak warga di daerah terisolir berisiko meninggal bukan karena bencana langsung, melainkan akibat kelaparan.
Baca Juga: Lumpur Penuhi Akses Jalan Maumere-Larantuka Akibat Banjir Lahar Gunung Lewotobi Laki-laki
Ia menyebut wilayah paling terdampak berada di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan sebagian Bireuen. Daerah-daerah tersebut hingga kini mengalami hambatan logistik sehingga belum menerima pasokan sembako dan air bersih secara memadai.