digtara.com -Kelompok pemuda di Kabupaten Alor, NTT yang sempat bertikai karena salah paham sepakat berdamai.
Perdamaian antara pemuda
Welai Barat dan pemuda Wrtabua, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten
Alor berlangsung pada Senin (8/12/2025).
Perdamaian tersebut digelar di depan rumah raja di Kampung Raja, Kelurahan Kalabahi Kota, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.
Pertemuan dihadiri Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, Raja Muda, Muhammad Marzuki Nampira, Ketua DPRD Kabupaten Alor, Paulus Brikmar, Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari, Ketua Pengadilan Agama Kalabahi, Syahrul Alim.
Baca Juga: Polairud di Alor-NTT Bantu Sarana Pendukung Bagi Nelayan Melalui Kegiatan Sambang Nusa Presisi Hadir pula Wakapolres
Alor, Kompol Jeri Samzon Puling, Plt. Sekda Kabupaten
Alor, Obeth Bolang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Mohammad Ridwan Nampira, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Anderias Blegur, Asisten Administrasi Umum, Marthen G. Moubeka, Pimpinan OPD Lingkup Pemkab
Alor, Camat Teluk Mutiara Nikodemus Alofani, Camat
Alor Tengah Utara, Sabdi Le Makanlehi dan Camat Mataru, Antonius A. G. Atakari.
Hadir pula unsur TNI dan Kejaksaan, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Teluk Mutiara, Tokoh Agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat serta masyarakat Wetabua dan Welai Barat.
Masyarakat Welai Barat berkumpul di rumah Salim Koho di Kelurahan Binongko, dilanjutkan dengan tutur adat oleh tokoh adat, Haji Salim Dj Koho.
Masyarakat
Wetabua juga ke lokasi perdamaian disusul masyarakat
Welai Barat.
Kedatangan masyarakat Welai Barqt diterima masyarakat Wetabua dengan tarian adat.
Masyarakat Wetabua dan Welai Barat masuk ke dalam rumah raja yang diterima oleh Kepala Suku Uma Tukang Safaat Beleng sebagai perwakilan 7 suku Dulolong.
Baca Juga: Anggota Polairud Polres Alor Sumbang Belasan Kantong Darah dalam Aksi Donor Darah Prosesi dilanjutkan dengan proses ikatan sedarah dan penyerahan benda adatia dari tokoh masyarakat
Wetabua kepada keluarga
Welai Barat sebagai tanda perdamaian yang disaksikan oleh Raja Muda, Wakil Bupati
Alor dan Forkopimda Kabupaten
Alor.
Kegiatan dilanjutkan dengan perdamaian secara pemerintah Kabupaten Alor di lokasi perdamaian.
Perdamaian diisi dengan tutur adat oleh tokoh adat,
Welai Barat Jhon Alofani dan pembacaan pernyataan sikap oleh kedua kelompok pemuda yang diwakili oleh tokoh pemuda
Wetabua Samsul Belu.
Selanjutnya ada penyerahan senjata tajam kepada Kapolres
Alor sebagai tanda penyelesaian perselisihan.
Berita acara perdamaian dibacakan oleh kedua kelompok pemuda yang diwakili oleh tokoh pemuda Welai Barat, Albert Buti serta penandatanganan berita acara perdamaian oleh tokoh pemuda Welai Barat Yahya Maleoni, tokoh pemuda Wetabua, Samsul Belu dan Kapolres Alor.
Ketua DPRD Kabupaten Alor, Paulus Brikmar menyampaikan soal hubungan keluarga antara Welai Barat dan Wetabua.
Baca Juga: Polairud di Alor-NTT Bantu Sarana Pendukung Bagi Nelayan Melalui Kegiatan Sambang Nusa Presisi Diharapkan agar para orang tua selalu memberikan nasehat-nasehat kepada anak-anak agar selalu mengingat bahwa antara kedua wilayah tersebut mempunyai ikatan kekeluargaan.
Wakil Bupati Alor, Rocky Winarno mengingatkan bahwa perdamaian masyarakat adalah kunci untuk membangun keberlanjutan dan kemajuan
"Mwnciptakan perdamaian dalam menghadapi perselisihan akan menghasilkan stabilitas, harmoni serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh," ujarnya.
Disebutkan bahwa perdamaian tidak bersifat seremonial belaka, namun harus dilakukan dengan komitmen dan kesabaran penuh bahwa perdamaian yang dilakukan akan menjadi momen sejarah yang tercatat abadi, dengan keyakinan bahwa tidak akan ada lagi pertikaian-pertikaian kedepan antara kedua kelompok pemuda tesebut.