digtara.com -Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sabu Raijua mendapat skor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2025 ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) NTT mengungkap peningkatan IPM 2025 memang terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.
Seluruh kabupaten di NTT mengalami kenaikan IPM hanya saja Sabu Raijua dan SBD belum mengejar skor IPM kabupaten lainnya.
Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, dalam keterangannya pada Rabu (10/12/2025) menyatakan seluruh dimensi pembentuk IPM memang mengalami peningkatan, terutama dimensi pengetahuan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Warga Sumba Barat Daya Tewas Disambar Petir Skor IPM Kabupaten
Sabu Raijua 62,74 dan
Sumba Barat Daya dengan 64,82 atau masih dalam status sedang.
"Urutan IPM terendah masih ditempati oleh Kabupaten Sabu Raijua dan Sumba Barat Daya," ujarnya.
Ada pun kabupaten dengan status Sedang pada 2024 meningkat menjadi status Tinggi di 2025 ini atau dengan angka IPM lebih dari 70.
"Kabupaten yang mengalami peningkatan status capaian pembangunan manusia dibandingkan 2024 ini adalah Flores Timur, Sikka, Manggarai, dan Nagekeo," tandasnya.
Ia juga menyampaikan Kota Kupang jadi satu-satunya daerah dengan status IPM Sangat Tinggi di NTT.
Secara keseluruhan, kategori IPM status Sedang di NTT ini ditempati 14 kabupaten termasuk Sabu Raijua dan Sumba Barat Daya.
Baca Juga: Pensiunan ASN di Sabu Raijua Ditemukan Tewas dengan Kondisi Membusuk dalam Rumah Pada status Tinggi ada tujuh kabupaten, dan tak ada kabupaten di NTT yang berada di status Rendah. NTT hanya punya Kota Kupang dengan Status Tinggi.
"Urutan teratas masih ditempati oleh Kota Kupang (83,65) yang sekaligus menjadikan Kota Kupang sebagai satu-satunya kota dengan status capaian pembangunan manusia yang Sangat Tinggi," urainya.
Sejak tahun 2020, status pembangunan manusia untuk Provinsi NTT berada di level Sedang.
IPM Provinsi NTT secara rata-rata meningkat sebesar 0,87 persen per tahun selama 2021–2025, dari 66,93 pada tahun 2020 menjadi 69,89 pada tahun 2025.
Untuk dimensi Umur Harapan Hidup (UHH) dari 70 tahun naik hingga 72,16 tahun di 2025.
Untuk Harapan Lama Sekolah (HLS) naik menjadi 13,34 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) menjadi 8,22.
Baca Juga: Warga Sumba Barat Daya Tewas Disambar Petir Sementara untuk dimensi pengeluaran riil per kapita juga naik menjadi Rp 8,7 juta per 2025 dari tahun 2020 yang berada pada posisi Rp 7,5 juta.