digtara.com -Imanuel Modok (60), warga Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (21/12/2025).
Sebelumnya Imanuel hilang sejak Jumat (19/12/2025) petang karena terseret arus saat memancing di sungai Tarus, Desa Mata Air, Kabupaten
Kupang.
Korban ditemukan tim SAR Gabungan di Sungai Tarus, Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, pada Minggu (21/12/2025) pagi.
Upaya pencarian korban sudah dilakukan selama dua hari atau sejak Jumat (19/12/2025) petang.
Baca Juga: Hilang Sejak Juli, Remaja Perempuan Asal Denpasar Ditemukan Aparat Polsek Kota Lama Peristiwa bermula ketika korban pergi memancing di sungai Desa Mata Air pada Jumat, 19 Desember 2025 sekitar pukul 17.00 Wita.
Hingga Sabtu (20/12/2025) sore, korban tidak kunjung kembali ke rumah.
Pihak keluarga sempat melakukan upaya pencarian mandiri di sepanjang aliran sungai namun tidak membuahkan hasil.
Hingga akhirnya keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR
Kupang pada Sabtu (20/12/2025) petang.
Tim Rescue Kansar Kupang diberangkatkan ke lokasi.
Baca Juga: Pakai Kendaraan Tidak Sesuai Ketentuan Saat Operasi Lalu Lintas, Polwan di Kupang Ditindak Namun, penyisiran yang dilakukan hingga malam hari terpaksa dihentikan sementara pada pukul 20.00 Wita karena cuaca hujan ringan dan kondisi medan yang tidak mendukung.
Operasi SAR dilanjutkan kembali pada Minggu pagi pukul 07.00 Wita dengan melibatkan unsur gabungan dari KPP Kupang, Polsek Kupang Tengah, BPBD Kabupaten Kupang, serta masyarakat dan keluarga korban.
Pada pukul 07.50 Wita, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan posisi korban dalam kondisi meninggal dunia, tidak jauh dari lokasi awal kejadian.
Jasad korban segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Mata Air untuk proses pemulasaran.
Baca Juga: Terdakwa Minta Dibebaskan, Ibunda Prada Lucky Namo Terpukul dengan Sikap Kuasa Hukum Terdakwa
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan
Kupang, Mexianus Bekabel menutup Operasi SAR.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, baik dari Polsek, BPBD, maupun masyarakat setempat yang telah bahu-membahu melakukan
pencarian. Kami juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban," ujar Kepala Kantor SAR
Kupang dalam sesi debriefing pada Minggu siang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A
Kupang menghimbau seluruh masyarakat NTT untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar daerah aliran sungai, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati terhadap kenaikan debit air sungai yang dapat terjadi secara mendadak akibat hujan di wilayah hulu, serta sedapat mungkin menghindari aktivitas di area perairan seorang diri.
Basarnas juga menekankan pentingnya memantau perkembangan cuaca dari BMKG dan segera melaporkan keadaan darurat melalui Emergency Call 115 agar upaya penyelamatan dapat dilakukan secara cepat dan tepat demi mencegah terjadinya korban jiwa di masa mendatang.
Baca Juga: Hilang Sejak Juli, Remaja Perempuan Asal Denpasar Ditemukan Aparat Polsek Kota Lama