digtara.com -Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko memimpin pencarian Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol di perairan Selat Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat.
Kapolda bersama Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, Kabid Humas, Kombes Pol Henry Novika Chandra, Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang dan beberapa pejabat Polda NTT ke lokasi menggunakan kapal Polairud Polda NTT.
Kapolda dan rombongan mengenakan jaket pengaman dan menyisir sekitar lokasi kejadian selama beberapa saat.
Hingga Senin (29/12/2025) siang, tiga korban belum juga ditemukan.
Baca Juga: Bertemu Keluarga Korban WNA Spanyol, Kapolda NTT Sampaikan Belasungkawa Empat korban hilang itu yakni Martin dan tiga anaknya (Martines Ortuno Maria Lia, Martin Garcia Mateo, dan Martinez Ortuno Enriquejavier).
Martin dan tiga anaknya belum ditemukan hingga sekarang. Sang istri, Mar Martinez Ortuno, dan putri bungsu mereka berusia tujuh, Ortuno Andrea, selamat dari insiden nahas tersebut.
Pada Senin pagi, satu jenazah perempuan ditemukan Tim SAR gabungan oleh nelayan pada Senin pagi (29/12/2025) sekitar pukul 06.15 Wita di perairan Pulau Serai, kawasan Selat Padar, Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Jenazah itu diduga anak Martin. Polisi masih melakukan identifikasi jenazah tersebut di RSUD Komodo
Labuan Bajo.
Kapal yang tenggelam itu dalam perjalanan dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat.
Baca Juga: Perkuat Identifikasi Empat WNA Spanyol, Polda NTT Lakukan Antemortem Korban KM Putri Sakinah
Baru 30 menit perjalanan, kapal mengalami mati mesin lalu tenggelam diterjang gelombang.
Ada 11 orang di kapal wisata itu. Selain Martin sekeluarga berjumlah enam orang, terdapat juga empat kru dan satu pemandu wisata.
Tujuh orang berhasil dievakuasi dengan selamat, yakni kru kapal, pemandu wisata, istri dan putri bungsunya.
"Benar, telah ditemukan satu jenazah berjenis kelamin perempuan yang diduga merupakan korban tenggelamnya KM Putri Sakinah. Personel Polri bersama Tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi dan pengamanan jenazah," ujar Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang saat memantau langsung proses evakuasi di lapangan.
Jenazah sempat diamankan di sekitar Selat Pulau Cincin sebelum informasi diteruskan kepada Tim SAR gabungan.
Tidak lama berselang, personel Polres Manggarai Barat, Ditpolairud Polda NTT, dan Basarnas langsung menuju lokasi menggunakan armada laut untuk melakukan evakuasi.
Baca Juga: Ke Labuan Bajo, Kapolda NTT Pimpin Operasi SAR Pencarian Korban KM Putri Sakinah
Jenazah dievakuasi menggunakan RIB milik Basarnas, dengan pengawalan dan pengamanan dari personel Polri, kemudian dibawa ke Pelabuhan Marina Waterfront
Labuan Bajo untuk selanjutnya dilakukan proses identifikasi.AKBP Christian Kadang menambahkan bahwa operasi pencarian korban KM Putri Sakinah melibatkan anggota Polri.
"Hingga saat ini, tercatat 7 orang selamat, sementara dari 4 korban yang dilaporkan hilang, satu orang telah ditemukan meninggal dunia. Masih terdapat 3 korban lainnya yang terus kami lakukan pencarian secara intensif," ungkapnya.
KM Putri Sakinah tenggelam pada Jumat (26/12/2025) saat berlayar dari Pulau Kambing menuju Pulau Komodo, tepatnya di perairan Selat Padar.
Berdasarkan hasil awal, cuaca buruk disertai gelombang tinggi menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan laut tersebut.
Baca Juga: Bertemu Keluarga Korban WNA Spanyol, Kapolda NTT Sampaikan Belasungkawa