digtara.com -Keluarga yang terdampak kecelakaan laut (kapal tenggelam) di perairan selat Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat, NTT menyampaikan pernyataan dan permohonan.
Dalam surat resminya, pihak keluarga Spanyol minta agar privaci dan kerahasiaan identitas korban dijaga.
Keluarga juga memastikan kalau jenazah yang ditemukan adalah salah satu dari tiga anak yang hilang.
"Dengan berat hati kami mengkonfirmasi kematian salah satu dari tiga anak yang hilang, yang jenazahnya telah ditemukan selama upaya pencarian," tulis keluarga.
Baca Juga: Jasad Perempuan Temuan Nelayan Dipastikan Korban Kapal Tenggelam Mereka pun minta dukungan agar identitas korban dirahasiakan.
"Kami memohon doa anda untuk mereka
semua dan, jika memungkinkan, meminta agar identitas mereka dirahasiakan," tambah pihak keluarga.
Di saat-saat duka yang tak terlukiskan ini, keluarga meminta untuk menghormati privasi keluarga korban
"Kami bersyukur atas semua dukungan yang kami terima, baik di Spanyol maupun Indonesia, dan kami percaya bahwa pencarian akan terus berlanjut," tandasnya.
Keluarga pun tidak akan kembali ke Spanyol tanpa membawa pulang empat korban ke Spanyol.
Baca Juga: Bertemu Keluarga Korban WNA Spanyol, Kapolda NTT Sampaikan Belasungkawa "Kami tidak akan kembali ke Spanyol tanpa mereka berempat, bersama-sama.
Terima kasih banyak," ujar keluarga.
Polda NTT oun menegaskan komitmennya untuk menghormati sepenuhnya permintaan keluarga korban tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat.
Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko melalui Kabid Humas
Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra pada Senin (29/12/2025), menyikapi pernyataan resmi keluarga korban asal Spanyol yang meminta penghormatan terhadap privasi dan kerahasiaan identitas korban.
"Kami memahami sepenuhnya duka mendalam yang dirasakan keluarga korban. Oleh karena itu, Polda NTT menghormati permintaan keluarga agar identitas korban tidak dipublikasikan secara berlebihan. Kami berharap seluruh pihak, termasuk masyarakat dan media, dapat menunjukkan empati serta menghormati perasaan keluarga yang sedang berduka," ujar Kombes Pol Henry.
Baca Juga: Pencarian WNA Spanyol di Perairan Pulau Padar Terus Diintensifkan Tim SAR Gabungan
Kabid Humas
Polda NTT menegaskan bahwa sejak awal kejadian, Polri bersama Tim SAR gabungan berfokus pada misi kemanusiaan, yakni pencarian korban dan pendampingan keluarga, bukan pada sensasi pemberitaan.
"Keselamatan dan kemanusiaan adalah prioritas utama. Di tengah operasi SAR yang masih berlangsung, kami mengajak semua pihak untuk menjaga etika, tidak menyebarkan spekulasi, serta tidak menampilkan konten yang dapat menambah luka bagi keluarga korban," tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa komunikasi antara Polda NTT dan keluarga korban terus dilakukan secara intensif, termasuk melalui koordinasi dengan Kedutaan Besar Spanyol, guna memastikan setiap perkembangan pencarian disampaikan secara jelas, akurat, dan manusiawi.
"Kami berharap doa dan dukungan masyarakat terus mengalir, agar proses pencarian korban yang masih hilang dapat berjalan lancar. Polri bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus bekerja maksimal hingga seluruh korban ditemukan," tambah Kabid Humas.
Baca Juga: Jasad Perempuan Temuan Nelayan Dipastikan Korban Kapal Tenggelam Kombes Pol Henry Novika Chandra mengajak masyarakat untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat pentingnya keselamatan pelayaran, sekaligus menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
"Empati publik sangat berarti bagi keluarga korban. Mari kita jaga Labuan Bajo dan NTT sebagai wilayah yang tidak hanya aman, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan," tandasnya.