digtara.com -Joni Ang (44), pelaku pembunuhan terhadap ayah mertua di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) meninggal dunia.
Joni sempat menjalani rawat inap di RSUD Soe pasca diamankan polisi pada Sabtu (27/12/2025).
Ia menganiaya dan membunuh mertuanya, Efraim Mauboi (79) pada Kamis (25/12/2025) malam kemudian melarikan diri ke hutan.
Joni meninggal pada Senin (29/12/2025) pagi setelah dua hari dirawat pasca ditangkap di RT 002/RW 001, Dusun 1, Desa Nakfunu, Kecamatam Amanuban Tengah, Kabupaten TTS.
Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Ayah Mertua di Kabupaten TTS Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara Dokter anestesi di RSUD Soe, dr Darmatus Taopan memastikan kalau Joni meninggal dunia setelah dilakukan operasi kembali luka bekas operasi hernia di perut kiri yang mengalami infeksi.
Joni kritis sejak Minggu, 28 Desember 2025 petang sekitar pukul 16.00 wita hingga Senin, 29 Desember 2025 subuh.
Sekitar pukul 02.00 Wita, Joni Ang dinyatakan meninggal dunia.
Usai dimandikan dan disuntik formalin, jenazah
Joni Ang diserahkan kepada istrinya Luisa Mauboi dan anaknya Indra Ang.
Baik istri, anak dan keluarga besar iklas menerima kematian Joni. Mereka pun membuat surat penolakan otopsi.
Jenazah Joni diberangkatkan ke rumah kerabat Chai Ang di Desa Maunum, Niki-niki, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten TTS.
Baca Juga: Tidak Dipinjami Baju dan Kain, Pria di TTS-NTT Bunuh Mertuanya Luisa Mauboi mengaku sama sekali tidak mengetahui aksi suaminya membunuh ayahnya karena Luisa dan tiga anaknya selama ini tinggal di Bali untuk bekerja.
Luisa baru mengetahui kejadian tersebut setelah diinformasikan kakaknya, Yori Mauboi melalui telepon pada Kamis, 25 Desember 2025 sekitar pukul 23.00 Wita.
Sabtu, 27 Desember 2025, Luida bersama satu orang anaknya (Indra Ang) berangkat dari Bali dan langsung ke kampung di Desa Nakfunu, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten TTS.
Kedua nya kemudian ke RSUD Soe pada Minggu, 28 Desember 2025 untuk menjenguk
Joni Ang yang sementara dirawat intensif.
"Sebagai istri dari pelaku (Joni Ang), saya menerima kematian suami saya sebagai kehendak dari Yang Maha Kuasa," ujar Luisa.
Baca Juga: Toko Pakaian Murah di Soe-TTS Terbakar
Hal yang sama disampaikan Indra Ang yang mengetahui kabar peristiwa tersebut setelah ditelepon kerabatnya.
Salah satu kerabat mereka, Gema Angkasa Wati Anin mengaku kalau
Joni Ang pernah mencoba bunuh diri di rumah orang tua pelaku di Niki-Niki, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten
TTS.
Namun setelah ditenangkan oleh keluarga, Joni Ang urung bunuh diri dan dibawa ke Puskesmas Niki-Niki untuk dirawat.
Saat itu Joni Ang malah kabur dari Puskesmas Niki-Niki. Pihak keluarga sempat mencari dan setelah ditemukan, Joni dibawa keluarga ke RSUD Soe untuk dirawat.
Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Ayah Mertua di Kabupaten TTS Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara Usai sembuh dari sakit,
Joni Ang kembali ke Desa Nakfunu, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten
TTS.
Sekitar September 2025 lalu, Joni Ang datang ke rumah orang tuanya di Niki-Niki, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten TTS.
Saat itu keluarga pun baru mengetahui kalau pelaku sudah melakukan operasi hernia.
Keluarga menerima kematian
Joni Ang sebagai kehendak dari Yang Maha Kuasa serta iklas atas kematian pelaku.
Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen membenarkan kejadian ini. Ia mengaku jenazah Joni Ang sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
Baca Juga: Tidak Dipinjami Baju dan Kain, Pria di TTS-NTT Bunuh Mertuanya