digtara.com -STW (13), remaja perempuan di Kabupaten Sabu Raijua, NTT ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (29/12/2025) malam.
Jenazah korban ditemukan di muara kali di wilayah RT 018/RW 009, Desa Daieko, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten
Sabu Raijua.
Korban diduga tergelincir saat menyeberangi kali pada Senin malam saat pulang latihan natal gabungan PAR di gereja GMIT Ligu.
Diketahui kalau sejak Senin petang, korban ke gereja untuk latihan empat buah lagu yang dinyanyikan saat natal gabungan PAR.
Baca Juga: Sumba Barat Daya dan Sabu Raijua, Daerah dengan IPM Terendah di NTT Sekitar pukul 18.30 wita, hujan turun sangat lebat hampir dua jam.
Hujan mulai reda sekitar pukul 19.30 Wita. Para anak dan remaja termasuk korban hendak pulang kembali ke rumah.
Namun korban seorang diri dan rumahnya ke arah barat sehingga pengajar anak-anak tersebut Sarlita Lobo, meminta bantuan salah satu pemuda, Christo Harsel Logo untuk mengantar korban ke rumahnya dengan sepeda motor.
Christo pun mengantar korban. Namun saat tiba di cabang ke rumah korban tepatnya di cabang masuk menuju lokasi penggiling batu milik PT TBA korban meminta turun dari sepeda motor.
Christo pun menurunkan korban dan ia pun pergi meninggalkan korban.
Korban kemudoan berjalan kaki menuju ke rumahnya dan terlebih dahulu harus melewati sebuah kali kecil, yang saat itu sedang banjir.
Baca Juga: Pensiunan ASN di Sabu Raijua Ditemukan Tewas dengan Kondisi Membusuk dalam Rumah Hingga pukul 20.00 wita korban belum juga tiba di rumah sehingga ibu korban menghubungi Sarlita Lobo dan mengabari bahwa korban belum tiba di rumahnya.
Sarlita mengatakan kalau latihan di gereja telah selesai dan korban telah diantar pulang oleh Cristo.
Karena korban belum juga tiba di rumah, ayah kandung korban, Rehabeam Wadu pergi mencari di sepanjang kali tersebut.
Sekitar pukul 21.00 Wita, korban ditemukan di sekitar muara kali tepatnya di tepi Pantai Desa Daieko dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Korban langsung dievakuasi oleh sebagian warga ke Puskesmas Daieko.
Baca Juga: Kepala Desa dan Bendahara Desa di Kabupaten Sabu Raijua Selewengkan Dana Desa
Petugas Kesehatan dari Puskesmas Daieko dipimpin dr. Indah Karuniawati Rame melakukan pemeriksaan medis.
dr. Indah menerangkan kalau ditemukan luka robek pada dahi dan pangkal hidung.
Ada banyak luka memar di hidung, bawah mata kanan, tulang pipi kanan luka berwarna merah kebiruan
Pada kedua bola mata, mulut dan hidung terdapat pasir.
Pada beberapa bagian tubuh terdapat banyak luka lecet.
Kesimpulan sementara, korban meninggal diduga karena tergelincir, jatuh dan diseret arus banjir sehingga air masuk ke paru-paru.
Tim medis hanya melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.
Keluarga korban menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak untuk diproses.
Baca Juga: Sumba Barat Daya dan Sabu Raijua, Daerah dengan IPM Terendah di NTT Keluarga telah membuat surat penolakan otopsi.
Kasat Reskrim Polres Sabu Raijua, Iptu Deflorintus M Wee membenarkan kejadian ini dan sedang dalam proses penanganan aparat kepolisian.