digtara.com -YMG, seorang pelajar berusia 15 tahun ditemukan meninggal dunia dalam muara Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, NTT pada Selasa (30/12/2025.
Korban yang juga warga Hobo Toda, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada
tenggelam saat mandi
Kapolsek Mauponggo, Ipda Dewa Putu Suwariyawan yang dikonfirmasi pada Selasa (30/12/2025) membenarkan kejadian ini.
"Ada delapan orang mandi di muara. Tiba-tiba datang gelombang besar dan mereka tergulung ombak. Satu orang tenggelam dan meninggal dunia," ujarnya.
Baca Juga: Jasad Perempuan Temuan Nelayan Dipastikan Korban Kapal Tenggelam Korban YMG bersama Patrisius Wua (16), yang juga kakak korban serta rekan korban, Benediktus Lami (16), Thomas Aquino Dhogo (16), Yohanes Aproninus Deze (15), Oktafianus Stagu Dedu Ngara, (17), Arkadius Rani (17) dan Laurensius Alexander Wonga (19) mengisi waktu mereka di pasar mingguan Mauponggo sebagai tenaga harian/kuli pengangkut barang.
Korban dan rekan satu kampung dari Kampung Hobotoda, Desa Tiwotoda, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada mendapat upah Rp 100.000 per hari tergantung banyaknya permintaan jasa pengangkut barang
Usai mengangkut barang, Patrisius Wua bersama korban dan enam orang lainnya menuju muara pantai Mauponggo.
Mereka ingin mandi. Pada saat mandi tersebut, ombak menyeret Patrisius bersama korban.
Laurensius Aleksander Wonga berusaha menyelamatkan diri dari ombak besar yang datang saat mandi dan berenang
Karena korban kurang pengalaman renang, Laurensius berusaha menyelamatkan korban dengan cara menggendong, namun korban berusaha melompat.
Baca Juga: Jenazah Perempuan Diduga Korban Kapal Tenggelam di Pulau Padar Ditemukan Ketika ombak susulan datang korban bersama Laurensius Alexander Wonga langsung terseret ombak lagi.
Laurensius Alexander Wonga sudah tidak mampu menyelamatkan korban karena keterbatasan dalam berenang,.
Melihat kejadian tersebut Yohanes Aproninus Deze yang juga merupakan teman satu rombongan berlari menuju pasar Mauponggo yang berjarak sekitar 200 meter dan bertemu dengan Yohanes Aprininus Deze.
Mereka menuju muara dan berusaha mencari korban dengan cara berenang dan menyelam namun tidak melihat korban.
Selang beberapa saat setelah dilakukan pencarian juga dibantu warga yang berdatangan, korban ditemukan sudah meninggal di pinggir pantai karena terbawa arus dan ombak.
Baca Juga: Pencarian Hari Kedua, Tim SAR Gabungan Temukan Barang Dan Serpihan Badan Kapal Yang Tenggelam
Mereka sempat meminta bantuan dari Jamaludin, seorang nelayan yang saat itu berada di seputaran pasar Mauponggo dan berusaha mencari korban, namun tidak membuahkan hasil.
Jamaludin bersama nelayan setempat ikut serta dalam upaya pencarian dengan cara berenang dan menyelam, namun tidak menemukan korban.
Setelah pencarian beberapa saat baru lah korban ditemukan. Mereka kemudian melaporkan ke Polsek Mauponggo
Tim medis Puskesmas Mauponggo dan Kapolsek Mauponggo bersama anggota juga TNI dari Koramil Mauponggo ke tempat kejadian melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban.
Baca Juga: Jasad Perempuan Temuan Nelayan Dipastikan Korban Kapal Tenggelam Petugas Puskesmas melakukan pemeriksaan sementara di lokasi dan jenazah dievakuasi ke Puskesmas Mauponggo untuk visum.
Dokter dari Puskesmas Mauponggo menyimpulkan kalau korban meninggal akibat tenggelam dan tidak ada tanda-tanda kekerasan.
Keluarga besar korban menyatakan menerima kematian korban sebagai musibah dan membuat surat pernyataan penolakan otopsi.
Jenazah kemudian dibawa ke Kampung Hobotoda, Desa Tiwotoda, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada untuk disemayamkan.