digtara.com -
Rep : Imanuel Lodja
Baca Juga: Satu Lagi SPPG 3T di Kabupaten TTU Diresmikan, Total Tujuh SPPG Polri Layani 4.033 Penerima MBG
digtara.com | Kupang
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menggelar doa lintas agama di Polda NTT, Rabu (31/12/2025) malam.
Doa ini sebagai wujud refleksi, empati, dan solidaritas kemanusiaan bagi para korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Doa bersama dipimpin
Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT, para tokoh
lintas agama, pejabat utama Polda NTT, dan personel Polda NTT.
Tokoh agama yang hadir, Ketua Sinode GMIT Pdt. Samuel B. Pandie, Ketua MUI Provinsi NTT H. Muhammad S. Wongso, Uskup Agung Kupang yang diwakili oleh Romo Leo selaku Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Agung Kupang, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi NTT, Wayan Darmawa serta Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) NTT, Indra Effendy.
Kapolda NTT menegaskan bahwa peringatan malam tahun baru kali ini tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum perenungan dan kepedulian terhadap sesama.
Baca Juga: Bertemu Keluarga Korban WNA Spanyol, Kapolda NTT Sampaikan Belasungkawa "Malam ini kita tidak hanya sekadar merayakan datangnya tahun baru, tetapi juga merenungkan makna kebersamaan, empati, serta solidaritas kemanusiaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa kita," ujar Irjen Pol Rudi Darmoko.
Kapolda NTT menyampaikan bahwa suasana pergantian tahun kali ini terasa berbeda karena sebagian warga sebangsa masih diliputi duka akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Sebagai bangsa yang besar, kita diajak menyambut pergantian tahun dengan penuh empati. Banyak daerah di Indonesia mengurangi pesta kembang api dan menggantinya dengan doa bersama serta aksi solidaritas sebagai bentuk rasa hormat dan kepedulian kepada para korban bencana," lanjutnya.
Melalui
doa lintas agama tersebut,
Kapolda NTT mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanjatkan
doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar para korban mendapatkan tempat terbaik, keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, serta proses rehabilitasi dan pemulihan dapat berjalan lancar.
Ia juga memohon agar Provinsi NTT dijauhkan dari segala musibah serta masyarakat NTT senantiasa hidup rukun, damai, dan sejahtera.
Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko menekankan bahwa pergantian tahun merupakan momentum introspeksi dan pembaruan semangat, sekaligus mengajak masyarakat NTT untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Baca Juga: Kapolda NTT Pimpin Pencarian WNA Spanyol Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo "Mari kita jaga kamtibmas di wilayah Provinsi NTT agar tetap aman dan tenteram, memperkokoh persatuan lintas iman dan suku, serta menjadikan tahun baru ini sebagai awal untuk semakin peduli kepada sesama," tegas
Kapolda NTT.
Kapolda juga menegaskan komitmen Polri, khususnya Polda NTT, untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan secara profesional.
Kegiatan doa bersama diawali dengan doa yang dipimpin Ketua MUI Provinsi NTT, dilanjutkan perwakilan Keuskupan Agung Kupang, Ketua PHDI Provinsi NTT, Ketua Permabudhi NTT, dan ditutup oleh Ketua Sinode GMIT NTT.