digtara.com -FW (72), seorang pedagang kue di Kota Kupang NTT harus mengakhiri tahun 2025 dengan kisah kelam.
Rumah tinggal miliknya di Jalan Tompelo, Kelurahan Oetete, Kecamatan Kota Raja, Kota
Kupang terbakar pada Rabu (31/12/2025).
Kejadian ini dimulai ketika FW sedang menjalankan rutinitas hariannya membuat kue untuk dijual di toko.
Saat hendak menyalakan oven gas, korban menyadari ada kebocoran yang diduga berasal dari karet regulator tabung gas yang longgar.
Baca Juga: Bertugas Melampaui Tugas Pokok, Enam Anggota Polres TTS Dapat Penghargaan dari Kapolres TTS Sayangnya, tanpa disadari, di tangan sebelah kirinya terdapat sumbu api yang sudah menyala, sehingga nyala api langsung menyambar regulator yang bocor dan menyebabkan kobaran api semakin membesar dengan cepat.
EC (50) yang saat itu membantu korban membuat kue di dapur kaget saat terjadi kebakaran di dapur.
Keduanya langsung berusaha menyelamatkan diri dari kebakaran ini dengan berusaha keluar dari dapur sekaligus meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi dinas pemadam kebakaran.
"Warga sekitar lalu turut berperan aktif, mengambil air dengan peralatan seadanya untuk mencoba memadamkan api sebelum kedatangan petugas Pemadam Kebakaran," ujar Kapolsek Kota Raja, AKP Leyfrids D. Mada yang hadir membantu upaya pemadaman di lokasi kejadian.
Satu unit mobil pemadam kebakaran Kota Kupang dan dua unit mobil tangki air tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Tim pemadam bekerja dengan giat, menekan api yang terus menyebar ke bagian lain rumah dan area produksi kue. Setelah sekitar satu jam, api kemudian berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Baca Juga: Ini Himbauan Kamtibmas Kapolda NTT Untuk Perayaan Tahun Baru 2026 Kapolsek Kota Raja bersama piket Pamapta dan piket SPKT Polsek Kota Raja, Kanit Reskrim, Ipda Frits Sia langsung melakukan penyelidikan awal untuk mengungkap penyebab kebakaran secara mendalam.
selain menyelidiki sumber api dan penyebab kebakaran, aparat kepolisian juga memberikan bantuan nyata kepada korban.
Tim polisi membantu mengevakuasi sisa barang yang masih dapat diselamatkan dari reruntuhan, serta membersihkan area toko produksi kue yang semuanya peralatan dapur, bahan baku kue, dan barang-barang pribadi korban terbakar habis.
Meski kerusakan materiil cukup besar, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Kapolsek Kota Raja mengimbau kepada korban untuk mendata secara rinci barang-barang dan surat-surat berharga yang hangus akibat kebakaran.
Korban juga diminta untuk mendatangi Polsek Kota Raja untuk membuat laporan polisi resmi, yang akan menjadi dasar pengurusan surat-surat penggantian dan administrasi terkait kerusakan yang dialami.
"Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap risiko kebakaran, terutama dalam penggunaan peralatan gas di rumah dan tempat produksi. Penting untuk memeriksa kondisi regulator, selang gas, dan peralatan terkait secara berkala, serta menghindari penggunaan sumber api di dekat area yang berpotensi bocor gas," pesan Kapolsek Kota Raja.
Baca Juga: Bertugas Melampaui Tugas Pokok, Enam Anggota Polres TTS Dapat Penghargaan dari Kapolres TTS