digtara.com -Minggu (4/1/2026) merupakan hari kesepuluh pencarian terhadap tiga keluarga pelatih tim wanita B Valencia CF, Fernando Martín Carreras.
Tim SAR gabungan menemukan satu jasad berjenis kelamin pria dewasa yang merupakan WNA Spanyol. korban tenggelamnya kapal wisata
KM Putri Sakinah pada 26 Desember 2025 lalu.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra membenarkan penemuan tersebut.
"Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah pria dewasa warga negara Spanyol di perairan Selat Padar. Saat ini jenazah telah dievakuasi untuk proses pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut," jelas Kabid Humas pada Minggu siang.
Baca Juga: Tim SAR Gabungan Temukan Satu Jenazah Diduga WNA Spanyol Setelah ditemukan dalam kondisi terapung, jenazah pria dewasa WNA asal Spanyol tersebut segera dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menggunakan kapal KN SAR Punta Dewa milik Basarnas dan dibawa menuju
Labuan Bajo.
Sekitar pukul 10.15 WITA, jenazah tiba di Pelabuhan Labuan Bajo dan langsung dievakuasi ke RSUD Komodo untuk dilakukan visum et repertum serta proses identifikasi oleh tim medis dan Biddokkes Polda NTT sesuai prosedur Disaster Victim Identification (DVI).
Kabid Humas menegaskan bahwa seluruh proses evakuasi dan identifikasi dilakukan secara profesional, humanis, dan berkoordinasi dengan pihak keluarga serta instansi terkait.
Jenazah ditemukan pada Minggu, 4 Januari 2026 pagi pukul 08:47 wita di perairan selat Padar pada koordinat 8°37'2,334S 119°36'35,856", Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Jenazah ditemukan Tim SAR Gabungan (Kru Kapal KPC-II 2027 milik Dit Pol Air Polda NTT).
Baca Juga: Hari Kesembilan Pencarian Tiga WNA Spanyol, 152 Tim SAR Gabungan Masih Sisir Perairan Labuan Bajo Saat di temukan korban dalam posisi mengapung di perairan dengan posisi badan terbalik.
Informasi lain menyebutkan kalau pada jenazah ditemukan jam tangan merk Garmin, cincin di jari manis tangan kiri, menggunakan celana pendek pola warna merah dan kuning, menggunakan baju kaos "Destruye Las Olas No Las Playas".
Jenazah diperkirakan adalah Martin Carreras Fernando, namun perlu identifikasi lebih lanjut untuk memastikan identitasnya.