digtara.com -Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dan 21 Polres jajaran menggelar operasi Lilin Turangga 2025 selama 14 hari.
Operasi lalu lintas ini dimulai sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Selama dua pekan pelaksanaan operasi ini, tidak ada tilang. Namun jumlah teguran mencapai 1.817 teguran.
Direktur Lalu Lintas (Lantas) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) Kombes Pol Dedy Eka Jaya Helmi menyebutkan kalau dalam kurun waktu tersebut, ada 46 kasus kejadian kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga: Saksikan Langsung Penemuan dan Evakuasi Jemazah WNA Spanyol, Asdep Kemenkopolkam Apresiasi Kinerja Polairud Polda NTT Dari 46 kejadian ini, tercatat korban meninggal dunia sebanyak 10 orang, luka berat 14 orang serta 57 orang mengalami luka ringan.
Polisi juga menemukan sejumlah pelanggaran selama operasi Lilin Turangga 2025.
Tidak menggunakan helm 763 kasus, melanggar traffic light 224 kejadian, melawan arus 122 kejadian.
Pelanggara kendaraan roda empat yakni tidak menggunakan safety belt sebanyak 113 kejadian, melawan arus 31 kejadian dan melanggar traffic light 30 kejadian.
Tercatat pula Polres dengan penindakan pelanggaran tertinggi ditempati Polresta Kupang Kota 228 kasus disusul Flores Timur 158 kasus dan Alor sebanyak 148 kasus.
Polres dengan angka kecelakaan lalu lintas tertinggi yakni Polres Kupang 10 kejadian disusul Polresta Kupang Kota 8 kejadian dan Sumba Barat Daya tiga Kejadian
Baca Juga: Polda NTT Punya Desk Ketenagakerjaan, Pekerja Bisa Sampaikan Keluhan Melalui Hotline Dalam pelaksanaan operasi ini,
Polda NTT melibatkan total 3.704 personil terdiri dari 1.763 personel Polri, yang terdiri dari 210 personel
Polda NTT dan 1.553 personel Polres jajaran dan 1.963 personel instansi terkait, termasuk TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, Satpol PP, dan unsur lainnya di seluruh wilayah NTT.
Pengamanan difokuskan pada berbagai sasaran strategis, meliputi 8.306 gereja yang tersebar di seluruh NTT, tempat-tempat keramaian dan pusat perbelanjaan juga diamankan.
Pusat transportasi juga menjadi sasasaran pengamanan yakni 15 bandara, 37 pelabuhan, 24 terminal, 299 pusat perbelanjaan, 135 lokasi objek wisata dan 27 lokasi perayaan malam pergantian tahun.
Untuk mendukung efektivitas pengamanan,
Polda NTT menyiapkan 42 Pos Pengamanan, 29 Pos Pelayanan, dan 22 Pos Terpadu yang tersebar di titik-titik strategis seluruh kabupaten dan kota di NTT.
"Kehadiran pos-pos ini diharapkan dapat memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat, baik terkait pengamanan, informasi, maupun penanganan keadaan darurat," ujar Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra.
Kakorlantas Polri. Irjen Agus Suryonugroho mengungkap angka kecelakaan turun pada Operasi Lilin libur Natal dan tahun baru 2026.
Baca Juga: Saksikan Langsung Penemuan dan Evakuasi Jemazah WNA Spanyol, Asdep Kemenkopolkam Apresiasi Kinerja Polairud Polda NTT Dia menyebut penurunan angka kecelakaan hingga 7 persen.
Menurutnya, angka kecelakaan ini turun dibandingkan pada Operasi Lilin periode 2023 dan 2024. Penurunan pada dua periode itu hanya mencapai 4 persen.
"Fatalitasnya tahun lalu naik, sekarang turun dua digit, 25 persen. Ini salah satu indikator keberhasilan di bidang kamseltibcarlantas," jelas dia.