digtara.com -Tim SAR Gabungan kembali memperpanjang pencarian dua WNA Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya kapal wisata Putri Sakkinah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada 26 Desember 2026.
Perpanjangan operasi SAR hingga tiga hari mulai tanggal 5-7 Januari 2026 diakui Fathur Rahman Kepala Kantor SAR Maumere selaku SMC (SAR Mission Coordinator) dilaksanakan dengan adanya penemuan korban kedua kemarin (Minggu, 4 Januari 2026).
"Hari ini mulai pukul 06.30 Wita, Tim SAR Gabungan telah berangkat kembali ke lokasi pencarian sesuai rencana operasi hari ini," ujarnya pada Senin (5/1/2026).
Pencarian hari ke-11 dikerahkan 153 personil unsur gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, KSOP Labuan Bajo, Balai TNK Komodo, P3KOM, Grahawisri, BPBD Manggarai Barat hingga komunitas dive Labuan Bajo dan unsur gabungan lainnya.
Baca Juga: Saksikan Langsung Penemuan dan Evakuasi Jemazah WNA Spanyol, Asdep Kemenkopolkam Apresiasi Kinerja Polairud Polda NTT "Kita juga mengerahkan 17 Alut utama untuk menyisir pulau-pulau di Labuan Bajo," ujar Fathur.
Tim SAR Gabungan dari Ditpolairud Polda NTT juga menurunkan ROV dan Sonar, pengerahan Multi Beam Sonat dari ITB Bandung dan Multi bam Sonar dari Distrik Navigasi Kupang untuk mendeteksi keberadaan kapal KM Putri Sakinah di sekitar lokasi kejadian.
Proses pencarian kedua korban masih terus dilaksanakan Tim SAR Gabungan hingga sore hari nanti.
Tim SAR Gabungan mulai melaksanakan pencarian terhadap korban di sekitar LKK dengan melakukan penyisiran diatas air menggunakan alut unsur SAR yang terlibat dalam pelaksanaan Operasi SAR dan penyisiran di sekitar LKK sesuai dengan rencana operasi hari ke-11 dengan pembagian SRU.
SRU I melakukan penyisiran diatas permukaan laut dengan menggunakan KN Puntadewa 250, RIB Lanal Labuan Bajo, RIB 03 Labuan Bajo dan RIB SAR 500 PK Labuan Bajo dengan luas area pencarian 35,8 NM.
Baca Juga: Satu Lagi Jenazah Ditemukan, Operasi Pencarian Korban WNA Spanyol Bakal Diperpanjang SRU II melakukan penyisiran diatas permukaan laut dengan menggunakan Sea Rider KSOP Labuan Bajo dengan luas area pencarian 12,6 NM.
SRU III melakukan penyisiran diatas permukaan laut dengan menggunakan KN Granti dengan luas area pencarian 15,2 NM.
Penyisiran oleh SRU IV dilakukan diatas permukaan laut menggunakan Sea Rider Labuan Bajo dengan luas area pencarian 7,58 NM.
SRU V melakukan penyisiran diatas permukaan laut dengan menggunakan Hidronav dengan luas area pencarian 4,55 NM.
SRU VI melakukan penyisiran diatas permukaan laut dengan menggunakan kapal Ditpolairud Labuan Bajo dengan luas area pencarian 8,49 NM.
Sedangkan SRU VII melakukan penyisiran diatas permukaan laut menggunakam Disnav dengan luas area pencarian 10,1 NM.
Baca Juga: Saksikan Langsung Penemuan dan Evakuasi Jemazah WNA Spanyol, Asdep Kemenkopolkam Apresiasi Kinerja Polairud Polda NTT