digtara.com -Saiful, nelayan asal Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT menemukan bangkai kapal pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 14.28 Wita.
Saat itu, Saiful melihat sebuah bangkai kapal di seputaran perairan Loh Pede Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat dengan titik koordinat 08°36'35,139" S 119° 40'36,826" E.
Nelayan kemudian menarik bangkai kapal tersebut ke pinggir pantai.
Setelah sampai di pinggir pantai, terlihat sosok jenazah terperangkap di dalam bangkai kapal
Baca Juga: Satu Lagi Jenazah Diduga WNA Spanyol Ditemukan Tim SAR Gabungan Tim SAR gabungan kemudian ke lokasi tersebut. Kemudian tim SAR gabungan memeriksa dan memastikan di dalam bangkai kapal soal keberadaan korban.
Tim SAR gabungan melaksanakan evakuasi korban ke kapal KN SAR Puntadewa dan selanjutnya dievakuasi ke Labuan Bajo.
Tim SAR Gabungan memperpanjang pencarian 2 WNA Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya Kapal Wisata Putri Sakinah di Labuan Bajo pada tanggal 26 Desember 2025 lalu.
Perpanjangan Operasi SAR bertambah tiga hari yang dimulai pada 5 sampai 7 Januari 2026.
Fathur Rahman Kepala Kantor SAR Maumere selaku SMC (SAR Mission Coordinator) menyebut kalau perpanjangan dilakukan karena adanya penemuan korban kedua pada tanggal 4 Januari 2026 lalu.
Baca Juga: Hari Ke-12, Tim SAR Gabungan Kerahkan 168 Personil Fokus Pencarian Dua WNA Spanyol Korban Kapal Tenggelam "Pada pagi hari ini pukul 06.30 Wita, Tim SAR Gabungan telah berangkat melakukan pencarian ke lokasi sesuai rencana operasi," ujarnya pada Selasa (6/1/2026).
Pada pencarian hari ini dikerahkan 168 Personil yang merupakan unsur gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, KSOP Labuan Bajo, Balai TNK Komodo, P3KOM, Gahawisri, BPBD Manggarai Barat hingga komunitas dive labuan bajo dan unsur gabungan lainnya.
Selain 168 personil, juga dikerahkan 18 Alut utama untuk menyisir pulau-pulau di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Tim SAR Gabungan baik dari Ditpolairud Polda NTT juga melakukan penurunan alat yaitu ROV dan Sonar, serta pengerahan Multi Beam Sonar dari ITB Bandung dan Multibeam Sonar dari Distrik Navigasi Kupang untuk mendeteksi keberadaan kapal KM Putri Sakinah di sekitar lokasi kejadian.
"Walaupun cuaca pada saat pencarian mendung serta hujan, akan tetapi tidak membuat semangat pencarian padam," tandas Fathur.
Baca Juga: Satu Lagi Jenazah Diduga WNA Spanyol Ditemukan Tim SAR Gabungan