digtara.com -Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan bahwa jenazah yang ditemukan di perairan Pulau Komodo merupakan salah satu korban Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol dalam peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah di Selat Padar pada 26 Desember 2025 lalu.
Kepastian tersebut disampaikan Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra pada Rabu (7/1/2026) usai dilakukan pemeriksaan forensik dan pembandingan data ante mortem dan post mortem oleh Tim DVI Polres Manggarai Barat bersama tim medis RSUD Komodo.
"Berdasarkan hasil identifikasi DVI, korban dipastikan berjenis kelamin laki-laki dan berusia 10 tahun, serta merupakan WNA asal Spanyol yang menjadi korban dalam laka laut KM Putri Sakinah," ujar Kabid Humas Polda NTT.
Kabid Humas menegaskan bahwa Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko memberikan atensi penuh terhadap proses identifikasi korban.
Baca Juga: Nelayan Temukan Bangkai Kapal KM Putri Sakinah Kapolda menginstruksikan Tim DVI Polda NTT agar bekerja secara profesional, teliti, dan mengedepankan standar kemanusiaan internasional, mengingat korban merupakan anak dan warga negara asing.
"Kapolda NTT memberikan atensi khusus kepada Tim DVI agar seluruh tahapan identifikasi dilakukan secara akurat, transparan, dan bertanggung jawab, demi memberikan kepastian kepada keluarga korban," jelasnya.
Jenazah ditemukan pada Selasa (6/1/2026) siang sekitar pukul 13.00 Wita di perairan Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pada hari ke-12 pencarian korban laka laut KM Putri Sakinah yang tenggelam pada 26 Desember 2025 di Perairan Padar Selatan.
Penemuan bermula ketika nelayan Pulau Komodo, Saiful menemukan bangkai kamar kapal yang diduga bagian dari
KM Putri Sakinah.
Bangkai tersebut kemudian ditarik ke pesisir, dan setelah tercium bau menyengat, ditemukan satu jenazah di dalamnya.
Baca Juga: Satu Lagi Jenazah Diduga WNA Spanyol Ditemukan Tim SAR Gabungan
Temuan itu segera dilaporkan kepada tim SAR gabungan, yang kemudian melakukan evakuasi menggunakan RIB Syahbandar Labuan Bajo, RIB Basarnas Labuan Bajo, serta KN Puntadewa SAR Maumere.
Jenazah dievakuasi ke
Labuan Bajo dan dibawa ke RSUD Komodo untuk proses identifikasi.
Dalam proses DVI, tim menemukan sejumlah ciri medis dan odontologi sebagai bukti primer, termasuk temuan gigi palsu pada bagian geraham, yang menjadi dasar kuat penetapan identitas korban meskipun kondisi jenazah mengalami pembusukan lanjut.Kabid Humas Polda NTT juga menegaskan bahwa Polda NTT menghormati permintaan keluarga korban agar jenazah tidak ditampilkan ke publik, baik dalam dokumentasi visual maupun pemberitaan, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kemanusiaan dan perlindungan terhadap korban anak.
"Hingga saat ini tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya. Situasi di lapangan aman dan terkendali," tandasnya.
Baca Juga: Nelayan Temukan Bangkai Kapal KM Putri Sakinah